POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menghadiri upacara pelebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Griya Sedhawa, Desa Tegaltugu, Gianyar, Kamis (28/8/2025). Megawati tiba sekitar pukul 11.30 Wita didampingi putranya, Prananda Prabowo; akademisi bidang pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, serta sejumlah pengurus DPP PDIP. Kehadirannya menarik perhatian masyarakat yang sejak pagi memadati lokasi upacara.
Sejumlah tokoh PDIP di Bali turut mendampingi, di antaranya Anak Agung Oka Ratmadi (Tjok Rat), Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster; dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Hadir pula Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, bersama Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun, serta para kepala daerah se-Bali yang berasal dari PDIP. Usai diterima di bale gede Griya Sedhawa, Megawati yang mengenakan kebaya putih memberi penghormatan terakhir dengan doa sekitar 10 menit, sebelum meninggalkan lokasi pukul 12.01 Wita.
Adik almarhum, Ida Bagus Sadhawa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Megawati. “Bagi kami keluarga, ini menunjukkan ikatan kekeluargaan antara Ibu Megawati dengan almarhum. Walaupun dipersatukan lewat partai, kebersamaan beliau luar biasa,” ujarnya.
Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra, yang semasa walaka bernama Ida Bagus Putu Wesnawa, dikenal sebagai kader senior PDIP. Ia pernah memimpin PDIP Bali selama dua periode (1999–2009). Semasa hidupnya, dia dikenang sebagai sosok rendah hati, tegas, dan berkontribusi besar bagi perkembangan partai, khususnya di masa sulit pasca-reformasi.
Almarhum wafat pada usia 86 tahun, Kamis (31/7/2025). Sejak muda, darah politik mengalir dalam dirinya. Ayahandanya tercatat sebagai pendiri PNI di Gianyar. Setelah berkiprah di PNI, dia memilih bergabung dengan PDI yang kemudian bertransformasi menjadi PDIP.
Pada masa Orde Baru, Wesnawa kerap menghadapi intimidasi sebagai kader Marhaenis. Namun, dia tetap teguh pada garis perjuangan hingga dikenal sebagai kader loyal dan idealis.
Upacara pelebon berlangsung khidmat di tunon (kuburan milik griya) dengan nuansa adat Bali yang kental. Ribuan warga hadir memberikan penghormatan terakhir, menjadikan prosesi ini wujud penghargaan masyarakat kepada seorang tokoh spiritual, politisi idealis, sekaligus pendidik sejati yang teguh dalam dharma. adi
























