MATARAM – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lingkungan Karang Genteng, Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, mengidamkan bantuan modal usaha sebagai upaya menggerakkan kembali perekonomian usai pandemi Covid-19.
Harapan itu tersingkap kala para tokoh masyarakat dan warga berdialog saat kegiatan reses anggota DPRD NTB Dapil Kota Mataram, Made Slamet, Jumat (28/10/2022) malam.
Tokoh masyarakat Karang Genteng, Suryadi, mengatakan hampir seluruh warga Karang Genteng menggantungkan hidupnya menjadi pedagang mutiara. Hanya, saat pandemi Covid-19 selama dua tahun melanda di Indonesia, termasuk wisatawan yang datang untuk liburan ke Pulau Lombok dirasa tidak ada.
“Hampir setengah warga disini merasakan pahit akibat pandemi. Penghasilan mereka anjlok, sehingga sebagian pedagang terpaksa berhenti berjualan,” keluhnya.
Menurut Suryadi, ibu-ibu di wilayah Karang Genteng juga banyak bekerja sebagai pedagang makanan dan berjualan di Pasar Pagutan. Namun, lagi-lagi gegara pandemi, jumlah mereka yang berjualan juga diperkirakan turun signifikan.
Mengatasi itu, yang dibutuhkan warga Lingkungan Karang Genteng adalah bantuan permodalan usaha dari pemerintah. “Bila perlu juga ada bantuan gerobak agar ibu-ibu bisa berjualan,” sarannya.
Menjawab aspirasi itu, Made Slamet menyebut kondisi yang dialami warga Karang Genteng juga banyak dialami warga lingkungan lainnya di Kota Mataram.
Menurut politisi PDIP itu, sebetulnya ada program pemerintah pusat untuk pelaku UMKM yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM senilai Rp2,4 juta. Namun, masih banyak warga Kota Mataram yang belum mendapat bantuan itu, karena memang kuota dari pemerintah pusat terbatas.
Meski bantuan di pemerintah pusat kuotanya terbatas, lanjut dia, tidak ada salahnya Pemprov NTB dan Pemkot Mataram berkolaborasi memikirkan mengucurkan bantuan kepada UMKM melalui APBD. “Pemerintah Kota dan Pemprov NTB harus hadir di tengah masyarakat saat masa pandemi seperti sekarang ini,” tegas Ketua DPC PDIP Kota Mataram itu.
Made Slamet mendaku semua aspirasi warga Karang Genteng telah dicatat untuk diperjuangkan dalam program aspirasi APBD NTB 2023. Terlebih sejak awal dia mengaku fokus memperjuangkan aspirasi terkait bantuan permodalan usaha serta bantuan gerobak untuk UMKM. Untuk modal usaha bisa setiap orang akan dapat alokasi Rp2-3 juta.
“Itu memang sudah jadi konsen saya. Silakan saja diajukan nama-namanya melalui perwakilan partai yang ada di lingkungan, yakni Mbak Ning dan Haji Adi untuk diinventarisir namanya,” jaminnya.
Terkait perbaikan jalan lingkungan hingga bantuan lapangan tenis meja, Made Slamet memastikan siap mewujudkan keinginan warga tersebut. Hanya, dia meminta warga untuk tetap bersabar. Sebab, kondisi keuangan Pemprov NTB juga masih belum stabil.
Dulu, sambungnya, ada warga Karang Genteng minta bantuan mesin kopi dan penghancur kelapa, belum juga terealisasi hingga kini. Padahal dia sudah menganggarkan melalui dana pokok pikiran yang dia miliki.
“Yang pasti segala usulan dan aspirasi masyarakat di Karang Genteng, semuanya saya atensi. Tapi, tolong juga untuk memahami kondisi keuangan yang kini dihadapi daerah,” pintanya memungkasi. rul
























