Pelaksanaan Kegiatan MPLS Diminta Harus Unggulkan Kreativitas, Menghibur, Mendidik, dan Bebas Perundungan

KETUA YPLP PGRI Kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana. Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Usai rangkaian proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB, selanjutnya akan masuk dalam tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS mulai Senin (15/7/2024) hingga sepekan ke depan. Ini menjadi tahapan yang dilaksanakan sekolah untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru.

Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., Minggu (14/7/2024) mengatakan, kegiatan pengenalan lingkungan sekolah merupakan bagian awal dari sekolah untuk memperkenalkan lingkungannya kepada peserta didik. Hanya saja, di masa tersebut tak jarang terjadi praktik-praktik kekerasan, perpeloncoan serta perundungan yang tidak dibenarkan.

Bacaan Lainnya

Karena itu, Nengah Madiadnyana, menyampaikan pesan khususnya kepada kepala sekolah, guru, dan pengurus OSIS di lingkungan persekolahan PGRI di Kota Denpasar mulai dari jenjang TK (PAUD), SD, SMP, SMA dan SMK, agar mengelola kegiatan MPLS sesuai dengan petunjuk teknis MPLS. Ini agar kegiatan MPLS bermanfaat bagi sekolah, bagi dunia pendidikan, dan bagi siswa baru.

‘’Saya minta agar kegiatan MPLS ini diisi dengan kegiatan yang kreatif, inovatif dan positif. Baik berupa pendidikan karakter, pendidikan anti narkoba, pengetahuan tentang anti korupsi, pengetahuan literasi keuangan, lingkungan hidup, dan pengetahuan lain yang diperlukan dalam proses pembaharuan,’’ pesannya.

Dengan demikian, siswa baru memiliki pengetahuan yang memadai, pengetahuan yang lebih lengkap, disamping pengetahuan mata pelajaran yang nantinya akan diberikan di sekolah. Kegiatan-kegiatan lain yang dipandang tidak perlu dalam pendidikan karakter dan tidak terlalu bermanfaat bagi sekolah, sebaiknya ditiadakan. ‘’Jadi MPLS ini kita fokus pada hal-hal positif, hal-hal yang baik dan bermanfaat,’’ lugasnya.

Kepada siswa baru juga diharapkan mengikuti MPLS ini dengan sebaik-baiknya dengan penuh disiplin dan penuh etika. MPLS ini harus kita jadikan satu kegiatan yang menyenangkan bagi seluruh siswa baru. Karena MPLS ini adalah masa awal mereka memasuki lingkungan belajar baru pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari jenjang pendidikan sebelumnya.

‘’Maka, MPLS ini harus dikelola dengan baik supaya para siswa baru benar-benar merasa senang, bisa menikmati MPLS dengan perasaan senang adalah awal baik untuk mereka (siswa baru) mengikuti jenjang pendidikan,’’ ujarnya.

‘’Kita bisa bayangkan, jika baru memasuki masa sekolah saja mereka (siswa baru) sudah merasa tertekan, sudah merasa rumit untuk  mengembangkan diri. Tentu itu adalah awal yang buruk untuk masa depan pendidikan di sekolah,’’ imbuhnya.

Oleh karena itu, ia minta kepada kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, agar MPLS ini dilaksanakan sebaik-baiknya, menyenangkan, menghibur, mendidik, bebas dari kekerasan, bullying (perundungan), tekanan dan benar-benar bisa dinikmati oleh siswa sesuai prinsip atau nilai-nilai Merdeka Belajar.

Di sisi lain, Madiadnyana, mengajak kepala sekolah di lingkungan persekolahan PGRI mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar yang telah melaksanakan PPDB dengan baik dan aman. Pun kepada masyarakat yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri di TK (PAUD), SD, SMP, SMA dan SMK PGRI di Kota Denpasar, ia juga mengucapkan terima kasih.

Ia juga berharap kepada kepala sekolah di lingkungan persekolahan PGRI agar kepercayaan masyarakat tetap dijaga. Dengan cara memberikan pendidikan yang bermutu, berkualitas, cerdas, dan berkarakter. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses