MANGUPURA – Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 di RSD Mengusada menurun. “Dari tujuh hari yang lalu kondisi BOR di RSD Mangusada stagnan antara 70 sampai 75 persen, tidak lagi melebihi 100 persen seperti kejadian sebelumnya,” kata Plt. Direktur Utama RSD Mangusada, dr. Ketut Japa, Rabu (1/9/2021).
Menurut Japa, menurunnya BOR di RSD Mangusada arena banyak pasien yang sudah sembuh. Dengan begitu, jika saat ada yang perlu perawatan di rumah sakit, pihaknya mampu menangani. Berbeda dengan awal Juli-Agustus 2021 pasien Covid-19 sampai menumpuk.
Ia menjelaskan, untuk pasien Covid-19 jika sudah 10 hari menjalani perawatan dan tidak menunjukkan gejala serta hasil swab PCR negatif, diizinkan pulang. Stabilnya kondisi BOR saat ini juga mempengaruhi kebutuhan oksigen. ‘’Kalau dulu kami harus menugaskan tim untuk menunggu di Samator (perusahaan penyuplai oksigen), sekarang kondisinya juga stabil,” lugasnya.
Japa menambahkan, pihaknya tak kesulitan lagi terkait suplay oksigen. Bahkan, kiriman oksigen dari Jawa ke Bali melimpah. Ini disebabkan menurunnya kasus positif Covid-19 di daerah Jawa. Dari 50.000 meter kubik per jam yang dibutuhkan pada kondisi stabil ini, pihaknya mengakui sudah terpenuhi. “Saat ini kami sudah menerima oksigen dalam bentuk liquid yang dikirimkan dari Jawa, kemudian oksigen dalam tabung juga kami terima. Semuanya dikirimkan dari Samator,” sebutnya.
Di sisi lain ia berharap agar tracing dan testing serta vaksinasi tetap digencarkan. Lantaran setelah menerima vaksinasi dosis lengkap, jika dinyatakan positif tidak akan menimbulkan gejala yang berat. Dengan begitu pasien positif yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dapat menurun. “Mudah-mudahan nantinya kalau semua sudah tervaksin, masyarakat bisa hidup bersama Covid-19, seperti flu biasa cuma positif Covid-19,” ujarnya memungkasi. nas
























