Pasien RS Payangan Dimanjakan Program PH Health Care

  • Whatsapp
BUPATI Mahayastra luncurkan aplikasi PH Health Care untuk RS Payangan. Foto: adi
BUPATI Mahayastra luncurkan aplikasi PH Health Care untuk RS Payangan. Foto: adi

GIANYAR – Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, meluncurkan aplikasi PH Health Care untuk Rumah Sakit (RS) Payangan, Minggu (20/9) malam. Aplikasi itu bisa diunduh lewat Play Store. Lewat aplikasi itu masyarakat bisa mendaftar, bahkan bisa memberi rating dan komentar, tentang dokter yang merawat mereka.

Mahayastra mengatakan, aplikasi itu dibuat untuk beberapa hal. Pertama, kecepatan pelayanan dan kenyamanan layanan. Kedua, transparansi, karena masyarakat bisa melihat jumlah kamar tersedia. ‘’Tak ada lagi DPRD marah-marah, hak masyarakat bisa dilihat lewat HP dan billboard di depan rumah sakit. Berapa kamar tersedia dan berapa disiapkan,’’ terangnya.

Bacaan Lainnya

Dari aplikasi itu juga bisa dilihat transparansi manajemen. Seorang dokter bisa mengetahui berapa mendapat jasa pelayanan (jaspel), berapa obat tersedia, berapa yang ke kantor. Bahkan dari aplikasi itu masyarakat bisa memberi penilaian, dan bisa dilihat ada komentar selama melayani. Misalnya apakah tenaga medisnya judes.

Menurutnya, aplikasi itu bisa dipantau siapapun, termasuk oleh dia selaku Bupati. ‘’Ini disajikan terbuka dan transparan. Saya bisa lihat setiap hari,’’ lugasnya.

Aplikasi itu juga dirancang merekam data pasien, yang dijamin data dan keamanannya. Bila pasien perlu operasi misalnya, tinggal lihat rekam medisnya seperti apa. Data pasien itu dibuat bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Setelah masuk, tidak perlu daftar. Tinggal dari rumah mendaftar untuk cari dokter siapa.

Baca juga :  Peraih Emas Olimpiade 2016 Pensiun, Ini Alasan Ayaka Gantung Raket

‘’Daftar, diterima jam satu oleh dokter siapa. Kalau tidak terjadi, bapak bisa komplain,’’ pesannya.

Mahayastra mengklaim aplikasi berbasis digital ini baru pertama di rumah sakit negeri di Indonesia. Kalau untuk rumah sakit swasta ada, tapi di Jakarta. Sistem ini baru terpasang untuk RS Payangan, dan selanjutnya akan dipasang di RSUD Sanjiwani pada awal tahun 2021. Karena itu dia mendesak Dirut RSUD Sanjiwani berbenah.

Memecat orang, sambungnya, adalah hal yang tidak dia senangi. Begitu juga membuat orang nonjob alias tidak dapat jabatan, dia paling anti. Namun, iklim kompetisi juga diperlukan dalam pembenahan pelayanan masyarakat. ‘’Dirut RSUD Sanjiwani saya kasi waktu sampai Januari 2021. Kalau tidak siap, saya pastikan dirutnya diganti,’’ katanya bernada mengancam. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.