Duh, Kasus Positif Covid-19 di Bali Kembali Melonjak 139 Orang, Meninggal Bertambah 6, Sembuh 80

  • Whatsapp

DENPASAR – Sempat menurun dalam dua hari, kasus positif covid-19 di Bali kembali melonjak sebanyak 139 orang melalui transmisi lokal (TL), Senin (21/9/2020). Sementara pasien sembuh di hari yang sama hanya 80 orang TL. Kabar dukanya, ada penambahan 6 pasien TL yang dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan data harian yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Senin (21/9/2020), enam pasien covid-19 yang meninggal dilaporkan lima kabupaten dengan rincian, Gianyar 2 orang, kemudian Tabanan, Karangasem, Buleleng dan Badung masing-masing 1 orang.

Bacaan Lainnya

Pasien yang meninggal tersebut, secara umum disertai penyakit penyerta yang kronis seperti hopertensi, diabetes militus, dll. ”Dengan demikian hingga hari ini, jumlah pasien covid-19 yang meninggal dunia di Bali sebanyak 222 orang (2,81%) dengan rincian 220 WNI dan 2 WNA,” ujar Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Senin (21/9/2020).

Terkait kasus kematian harian di Bali, ada penurunan 4 orang dibandingkan sehari sebelumnya sebanyak 10 orang. Tapi, Bali masih masuk daftar 10 besar provinsi secara nasional, dimana DKI Jakarta teratas 29 orang, Jawa Timur 25 orang, Jawa Tengah 20 orang, Banten 7 orang, urutan kelima sampai-tujuh diisi Bali, Kalimantan Timur dan Riau masing-masing 6 orang. Secara kumulatif, sebanyak 124 orang meninggal di tanah air.

Baca juga :  Pekan Depan Polisi Gelar Operasi Zebra Agung 2020

Terkait tambahan kasus positif baru di Bali, kembali melonjak sebanyak 139 orang atau naik 18 orang dibandingkan sehari sebelumnya 121 orang. Sedangkan pasien sembuh hanya 80 orang atau turun drastis 45 orang jika dibandingkan sehari sebelumnya Minggu (20/9/2020) yang berjumlah 125 orang.

Tambahan harian 139 terkonfirmasi positif ini, menempatkan Bali masuk jajaran 10 besar nasional, tepatnya di peringkat kedelepan, di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Riau. Di bawah Bali, ada Banten dan Sumatera Utara. Secara kumulatif, tambahan kasus positif nasional berjumlah 4.176 orang.

Rentin menjelaskan, seluruh kabupaten/kota di Bali melaporkan tambahan kasus positif baru, dengan rincian Gianyar 29 orang, Jembrana 26 orang, Denpasar 21 orang, Badung 20 orang, Klungkung 13 orang, Buleleng 12 orang, Karangasem 10 orang, Tananan dan Bangli masing-masing 4 orang.

”Secara kumulatif, kasus covid-19 di Bali kini berjumlah 7.888 orang yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 7.495 kasus,” jelas Rentin yang juga Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu.

Seluruh kabupaten/kota juga melaporkan pasien sembuh, dengan rincian, Badung 17 orang, Kota Denpasar 16 orang, Tabanan 11 orang, Karangasem 10 orang, Gianyar dan Buleleng masing-masing 7 orang, Klungkung 6 orang, Bangli 4 orang dan Jembrana 2 orang.

”Jadi, total pasien yang sudah sembuh di Bali sebanyak 6.418 orang (81,36%) dengan rincian 6.398 WNI dan 20 WNA). Berdasarkan data tersebut, kini pasien (kasus aktif) dalam perawatan kembali naik menjadi 1.248 (15,82%) dengan rincian 1.243 WNI dan 5 WNA) yang tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” jelas Rentin.

Baca juga :  PSSI Pusat Tak Mempermasalahkan Asprov Tidak Menggelar Liga 3 dan Piala Soeratin

Menyikapi makin tingginya kasus positif covid-19 belakangan ini, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020 sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan.

”Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan, dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya,” urai Rentin seraya menambahkan, dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas Pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Untuk memutus rantai penularan Covid-19, GTPP provinsi Bali juga meminta keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara. Selain itu, semua kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajak Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.