Partisipasi Pemilih Disabilitas pada Pemilu 2024 Minim

SOSIALISASI penguatan pemahaman kepemiluan kepada disabilitas, Kamis (9/5/2024). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Minimnya partisipasi pemilih disabilitas di Gianyar pada Pemilu 2024, harus diperhatikan serius KPU dan Bawaslu Gianyar. Hal tersebut disampaikan anggota Bawaslu Bali, I Ketut Ariyani, saat menjadi narasumber pada acara Sosialisasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Disabilitas, Kamis (9/5/2024) di Gianyar.

Dihadiri anggota KPU Gianyar, Gusti Bagus Agung Swandhita, kegiatan ini juga bertujuan menyerap aspirasi dan masukan dari penyandang disabilitas terkait penyelenggaraan Pemilu 2024. Serta sebagai bahan evaluasi dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak nantinya.

Read More

‘’Kegiatan ini dilakukan sebagai sarana untuk menyerap aspirasi dan masukan terkait pengalaman yang dilalui pada Pemilu 2024 lalu. Tentu dari masukan dan aspirasi bapak/ibu akan menjadi bahan evaluasi dari penyelenggara pemilu,’’ ungkap Ariyani.

Selanjutnya dengan dilangsungkannya sesi diskusi, kaum disabilitas menyampaikan kepada Bawaslu Gianyar merasa belum terfasilitasi secara maksimal dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024. Keluhan tersebut disampaikan peserta sosialisasi dari Yayasan Bhakti Senang Hati dan Yayasan Cahya Mutiara Ubud.

Terdapat beberapa poin penting yang disampaikan dalam penyelenggaraan Pemilu lalu. Di antaranya kurangnya akses disabilitas di TPS, yang membuat penyandang disabilitas enggan untuk menggunakan hak pilihnya. Kurangnya sosialisasi dari penyelenggara, sehingga penyandang disabilitas tidak mengetahui cara pindah memilih di luar wilayah.

Juga kurangnya prioritas terhadap pemilih disabilitas dan kurangnya pelayanan untuk lansia dan disabilitas dari petugas KPPS pada TPS. Bahkan terdapat salah satu penyandang disabilitas yang menyatakan tidak mendapatkan surat pemberitahuan memilih.

Anggota Bawaslu Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, mengatakan dari 2.512 pemilih disabilitas yang terdaftar, hanya sejumlah 420 yang menggunakan hak pilihnya. Diharapkan dengan kegiatan ini, dapat masukan, sehingga pada Pilkada nanti partisipasi penyandang disabilitas dapat meningkat. Terlebih lagi dapat turut berperan dalam melakukan pengawasan partisipatif.

Senada dengan Reika, Ketua Bawaslu Gianyar, I Wayan Hartawan, menyampaikan, semua warga negara memiliki hak pilih, maka Bawaslu dan KPU harus lebih bersinergi untuk memunuhi kebutuhan teman teman penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilih. Apalagi dapat difasilitasi dengan maksimal.

‘’Semua warga negara memiliki hak pilih, maka kami mempunyai PR bagaimana Bawaslu dan KPU lebih bersinergi untuk memunuhi kebutuhan teman penyandang disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya,’’ tutup Hartawan. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.