DENPASAR – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV tahun 2022 dilaksanakan secara gotong royong di seluruh Kabupaten/Kota se- Bali mulai 20 sampai 27 November 2022. Supaya gema Porprov Bali meluas di Bali, beberapa hari sebelum pembukaan, akan dilakukan Parade Api Porprov keliling Bali.
Ketika mengadakan rapat kordinasi dengan Ketua Umum KONI se Bali dan anggota Korwil Kabupaten/Kota Jumat (9/9/2022), Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Dermawan mengatakan, parade api Porprov diputuskan dilakukan secara sederhana.
Artinya api Porprov yang akan diambil di Pura Besakih, langsung bergerak di sejumlah kabupaten di Bali Timur lanjut ke Buleleng dan bermalam di Singaraja selama semalam. Di setiap ibukota kabupaten kota api Porprov diserah-terimakan antara Bupati/Walikota dengan sederhana, lanjut bergerak menuju kota yang lain.
Setelah semalam di Singaraja, dilanjutkan perjalanan ke kota Negara (Jembrana), dari Jembrana menuju Tabanan dan Badung dan sehari sebelumnya sampai di Denpasar di semayamkan di Jaya Sabha.
Pada hari H Porprov sore hari baru kembali di arak ke Lapangan Puputan Renon, depan Bajra Sandhi, di mana tempat pembukaan Porprov dilakukan di halaman terbuka. Penutupan Porprov direncanakan di gedung tertutup.
Semua tim yang mengikuti parade tersebut hanya dari KONI Provinsi Bali dengan 15 kendaraan, sesuai dengan Porprov XV tahun ini. Di tiap kabupan tidak perlu ada regu penerima seperti sebelumnya.
Hanya diharapkan, kalau api itu lewat jam sekolah, anak-anak murid dapat menyambutnya di perjalanan. Oka Dermawan mengatakan, hal itu dilakukan mengingat kondisi keuangan Porprov di tahun covid ini sangat memperihatinkan.
Dalam pertemuan yang dipimpin Sekum KONI Bali Yama Diputra tersebut, juga dibahas peranan Koordinator Wilayah (Korwil) di masing-masing kabupaten/kota yang akan menyiapkan venue (lapangan) di mana cabang olahraga bertanding.
Ada sejumlah cabor akan dimainkan lebih awal, mengingat atletnya akan ikut Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomnas) di Sumatra Barat yang waktunya mepet dengan pelaksanaan Porprov Bali.
Lima orang anggota Korwil di setiap kabupaten/kota,merupakan bagian dari Panitia Provinsi, sehingga hak dan kewajiban semuanya diperoleh dari KONI Provinsi. Pelaksanaan teknis pertandingan dilakukan Pengurus Cabor Provinsi dan Pengurus Kabupaten/Kota.
Dalam rakornis tersebut, Ketua Umum KONI Badung Made Nariana kembali mengusulkan, minimal jika setiap nomor diikuti hanya tiga peserta tetap dipertandingan dengan mendapat medali. Pasalnya, dalam Porprov kali ini banyak cabor ikut dengan biaya sendiri. Mereka juga sudah latihan sejak lama.
Sebelumnya ada bocoran dari anggota Binpres KONI bahwa jika hanya diikuti tiga peserta yang diakui medalinya hanya atlet yang meraih emas saja. Jika empat peserta hanya diakui atlet yang mendapat emas dan perak saja.
Usulan Badung itu didukung Ketua Umum KONI Tabanan, Buleleng dan Jembrana. Mereka beranggapan, bahwa Porprov dilakukan dalam kondisi prihatin sehingga regulasinya juga harus dilonggarkan.
Nariana juga mengatakan, kalau atlet yang juara di SEA Games dan Asian Games tidak boleh main di Porprov, maka akan muncul juara semu di Porprov Bali. Apalagi dalam PON selanjutnya, yang tetap dikirim adalah siapa atlet yang mendapat prestasi di sejumlah kejuaraan internasional tersebut.
Di balik itu juara Porprov yang semua tetap tidak akan terkirim dalam PON. “Kebijakan tersebut merupakan kebijakan yang saya anggap kurang fair dalam olahraga,” kata Nariana yang juga mantan Ketua Umum KONI Bali. (*)
























