Pantai Samigita Dipenuhi Sampah, Wabup Suiasa Minta Maaf

  • Whatsapp
PETUGAS DLHK Badung berjibaku membersihkan sampah kiriman di Pantai Samigita. Foto: ist
PETUGAS DLHK Badung berjibaku membersihkan sampah kiriman di Pantai Samigita. Foto: ist

MANGUPURA –Wabup Badung, Ketut Suiasa, Minggu (3/1/2021) memantau upaya pembersihkan sampah kiriman yang membanjiri kawasan Pantai Saminyak, Legian, dan Kuta (Samigita). Suiasa meminta maaf atas adanya sampah tersebut yang mengganggu kenyamanan aktivitas masyarakat maupun wisatawan.

“Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, walau ini bukanlah sebuah kesengajaan. Ini adalah sampah dari laut, yang menepi di pantai wilayah Kabupaten Badung ketika angin barat,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mengerahkan 600 petugas kebersihan, 40 unit truk, 5 alat berat bulldozer, serta 2 unit beach cleaner untuk membersihkan sampah kiriman tersebut. Pemangku kepentingan dan komunitas juga ikut “mengeroyok” membersihkan sampah kiriman tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, AA Gede Agung Dalem, menerangkan, peningkatan sampah kiriman yang menepi di Pantai Samigita mulai terlihat sejak 31 Desember 2020. Pada Jumat (1/1/2021), kondisi sampah kiriman yang menepi di pantai Samigita mencapai 30 ton atau 60 truk.

Kemudian pada Sabtu (2/1/2021) total sampah yang dievakuasi meningkat menjadi 70 ton atau 140 truk dan pada Minggu (3/1/2021) sore volume yang diangkut mencapai 100 truk. ‘’Jika dilihat secara kasat mata, dominan memang berupa sampah plastik. Mungkin perbandingannya 60 persen sampah plastik dan 40 persen sampah campuran,’’ tuturnya saat dikonfirmasi via telepon.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Karangasem Disinfeksi di Amlapura, Sekda Jalan Kaki Semprotkan Disinfektan

Dipastikannya, sumber sampah kiriman itu berasal dari laut. Tentunya hal itu bukan hanya berasal dari Bali, melainkan juga daerah lainnya di luar Bali. Hal itu diyakininya karena di Provinsi Bali sudah memiliki Pergub yang membatasi timbulan sampah plastik, serta berdasarkan volume sampah tersebut yang tentunya bukan dihasilkan Bali semata.

Hal itu diperkuat dari temuan sampah tersebut diketahui berupa pakaian, topi sekolah dan sebagainya yang bertuliskan daerah lain di luar Bali, khususnya di daerah Jawa. Sampah-sampah kiriman tersebut sebut Agung Dalem dititipkan sementara di beberapa stop over di pinggir pantai terkait. Sampah itu diangkut secara bertahap ke TPA Suwung. Kondisi tersebut diperkirakannya masih berpotensi terjadi dalam beberapa bulan kedepan, sebab sampah kiriman itu dipengaruhi oleh musim hujan yang diperkirakan akan berakhir pada Maret 2021. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.