Kasus Covid-19 Naik, Bali Tunda Pembelajaran Tatap Muka

  • Whatsapp
KEPALA Disdikpora Provinsi Bali, I Ketut Boy Jayawibawa. Foto: ist
KEPALA Disdikpora Provinsi Bali, I Ketut Boy Jayawibawa. Foto: ist

DENPASAR – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali memutuskan untuk menunda pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh jenjang pendidikan pada semester dua yang dimulai Senin (4/1/2021). Keputusan tersebut menimbang kasus Covid-19 di Bali meningkat belakangan ini.

Kepala Disdikpora Provinsi Bali, I Ketut Boy Jayawibawa, Minggu (3/1/2020), menerangkan pemerintah pusat telah memberikan kewenangan untuk menerapkan PTM atau tidak kepada daerah dengan mengacu pada situasi penyebaran Covid-19.  Hal itu diatur dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tertanggal 19 Desember 2020 tentang penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

‘’Hal ini mengingat zona penyebaran Covid-19 serta kebijakan bupati/walikota dengan pertimbangan tren kasus positif cenderung meningkat, sehingga rencana PTM ditunda hingga situasi dan kondisi memungkinkan,’’ terang Jayawibawa.

Perkembangan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali rata-rata di atas 100 orang lebih sejak 1 – 3 Januari 2021. Dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, kasus positif pada 1 Januari 2021 bertambah sebanyak 101 orang, terdiri dari 94 orang melalui transmisi lokal dan tujuh Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Pada 2 Januari 2021 bertambah sebanyak 165 orang, terdiri 156 orang melalui transmisi lokal dan sembilan PPDN, serta Minggu (3/1/2021), terkonfirmasi positif sebanyak 119 orang. Terdiri dari 111 orang melalui transmisi lokal dan delapan PPDN.

Baca juga :  Penyandang Difabel di Klungkung Dapat Bantuan Sembako

Adanya tambahan tersebut, secara kumulatif jumlah kasus hingga Minggu kemarin, terkonfirmasi positif menjadi 18.130 orang, sembuh 16.439 orang (90,67%), dan meninggal dunia 531 orang (2,93%). “Kasus aktif per hari ini (kemarin, red) menjadi 1.160 orang (6,40%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” ungkap Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab bersama. “Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Made Rentin mengatakan, jumlah tambahan tersebut disumbangkan dari wisatawan domestik yang datang berlibur di Bali. “Swab masif (tambahan positif, red), pelancong banyak yang swab dan positif (hasilnya, red),” tulisnya dalam pesan singkat WhatsApp.

Rentin menegaskan bahwa pelancong yang positif pembiayaannya ditanggung mandiri, termasuk juga karantina selama lima hari yang dilanjutkan dengan swab di hari kelima. tra/alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.