Ombudsman Turun ke Desa Yangapi, Rekrutmen Kaur Tak Kunjung Beres

  • Whatsapp
CAMAT Tembuku, Ida Bagus Suandi. Foto: ist

BANGLI – Masih terkatung-katungnya proses rekrutmen salah satu kepala urusan (kaur) di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli mendapatkan perhatian Ombudsman. Instansi ini akhirnya turun ke Desa Yangapi dan ke kantor Camat Tembuku untuk melakukan klarifikasi, Rabu (27/10/2021).

Camat Tembuku, Ida Bagus Suandi, membenarkan bahwa Ombudsman Bali turun ke Desa Yangapi dan kantornya. Kata dia, tim turun untuk klarifikasi terkait permasalahan yang membuat proses rekrutmen kaur di Desa Yangapi berlarut-larut. “Permintaan melakukan klarifikasi dilayangkan tanggal 5 dan 12 Oktober lalu. Namun, baru ini tim turun melakukan klarifikasi,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh disampaikan, tim pertama turun ke Desa Yangapi untuk bertemu dengan Perbekel, BPD dan panitia rekrutmen. Setelah itu, Ombudsman baru menemui Camat dan minta informasi berkaitan proses rekrutmen kaur tersebut. “Kami telah memaparkan dari awal hingga proses permohonan rekomendasi pihak Perbekel, terkait calon rangking 5 dan 10 yang diajukan Pak Mekel,” ungkapnya.

Selain minta keterangan secara lisan, ucapnya, Ombudsman juga membawa salinan dokumen terkait proses rekrutmen kaur di Desa Yangapi. “Saat ini mereka akan melakukan kajian hingga diturunkannya rekomendasi. Kami saat ini masih menunggu rekomendasi itu,” tegasnya.

Baca juga :  Dampak Corona, “Expatriate” Borong Masker untuk Ekspor

Disinggung uji kompetensi yang akan dilakukan Perbekel Desa Yangapi, dia berkata telah bersurat ke Perbekel untuk melakukan penundaan tes kompetensi itu. Surat dari Camat itu juga disusul surat perintah dari Dinas PMD, yang intinya uji kompetensi itu ditiadakan. Sebab, proses rekrutmen sudah sesuai dengan aturan yang ada.

Selain itu, sambungnya, juga sudah ada surat pernyataan keberatan dari salah satu peserta yang dilayangkan BPD Yangapi dan juga disampaikan Camat Tembuku. Meski ada surat perintah dari PMD, keputusan penundaan dari BPD, tetap saja Perbekel melaksanakan tes itu. Hasilnya, Perbekel tetap mengajukan calon yang menempati rangking 5 dan 10. Namun, salah peserta yang diajukan ada yang berubah.

Dia menegaskan, proses rekrutmen ini tidak boleh berlarut-larut, secepatnya harus ada keputusan apakah menolak atau menerima. Kalau diambil keputusan menolak, harus dijelaskan alasannya apa; jika menerima juga harus dijelaskan alasannya apa. “Kami dengan instansi terkait akan menggelar rapat untuk ambil keputusan, tapi tetap menunggu hasil rekomendasi Ombudsman,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.