Nyepi Bersamaan Awal Bulan Ramadan, FKUB Ajak Kedepankan Toleransi

KETUA FKUB sekaligus Ketua PHDI Kabupaten Bangli, I Nyoman Sukra . Foto: ist
KETUA FKUB sekaligus Ketua PHDI Kabupaten Bangli, I Nyoman Sukra . Foto: ist

BANGLI – Hari Raya Nyepi pada 22 Maret 2023 mendatang bersamaan dengan pelaksanaan hari pertama bulan suci Ramadan bagi umat muslim. Karena dua hari suci dua umat beragama itu tiba beriringan, toleransi antarumat beragama harus tetap diutamakan. Muaranya adalah bisa dijalankan dengan sama-sama khusyuk dan khidmat.

Pesan disampaikan Ketua FKUB sekaligus Ketua PHDI Kabupaten Bangli, I Nyoman Sukra, Rabu (15/3/2023).“Kita di Bali umumnya, dan Bangli khususnya, sama-sama menjaga toleransi dan kerukunan itu supaya keduanya sama-sama terlaksana,” ajaknya.

Bacaan Lainnya

Teknis pelaksanaannya, kata dia, diatur oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) maupun dari Kementerian Agama Provinsi Bali, dan diteruskan ke Kabupaten Bangli. Sudah ada kesepakatan apa saja yang menjadi jalan tengah agar apa pelaksanaan di kedua hari suci itu terlaksana. Selanjutnya akan ada rapat FKUB yang diperluas di Polres Bangli.

Kesepakatan secara tertulis akan dijadikan acuan yang harus dijalankan dalam menjalin tali persaudaraan antarumat beragama. “Ini bentuk nyata menjalankan serta mewujudkan toleransi umat beragama, dalam menerapkan apa itu toleransi dan menjaga persaudaraan satu sama lain,” paparnya.

10 poin kesepakatan bersama yang mesti dipahami, ulasnya, yakni dalam pelaksanaan Nyepi masyarakat tidak diperkenankan menyalakan petasan/mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian dan mengoperasikan drone atau sejenisnya yang mengganggu kesucian Hari Raya Nyepi dan membahayakan ketertiban umum. Bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah sholat tarawih, agar dilaksanakan di rumah masing-masing/tempat ibadah terdekat. Dalam mengumandangkan adzan tidak menggunakan pengeras suara dari pukul 06.00 Wita tanggal 22 Maret 2023 sampai pukul 06.00 Wita tanggal 23 Maret 2023.

Prajuru desa adat, pecalang dan aparat desa/kelurahan bertanggung jawab mengamankan rangkaian Hari Raya Suci Nyepi di wilayah masing-masing, berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait. Seluruh umat beragama wajib menjaga dan menghormati kesucian Hari Raya Nyepi,” pesannya menandaskan. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses