GIANYAR – Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, di internal PDIP Gianyar mulai hangat dengan adanya isu perebutan nomor caleg. Sejumlah kader potensial disebut mulai ancang-ancang untuk hengkang jika tidak dipakai dalam Pileg 2024. Pertimbangannya, para kadar melihat tidak ada regenerasi dalam pencalegan, hanya diisi calon petahana yang “itu-itu” saja.
Salah seorang sumber yang enggan disebut namanya, Selasa (2/8/2022) menuturkan, semua kader memiliki loyalitas terhadap partai. Namun, yang kebagian jabatan lebih loyal, karena berani memberikan dana lebih untuk partai. “Semua kader pasti memiliki loyalitas, bedanya kan hanya menjabat dan tidak menjabat. Yang menjabat lebih fokus karena memang digaji sebagai anggota DPRD, (karena itu) pergantian harus dipikirkan untuk regenerasi,” bebernya.
Pergolakan internal di tubuh PDIP ini menjadi peluang bagi sejumlah partai politik untuk menggaet kader yang akan hengkang. Sebelumnya, Partai Gerindra sudah membuka pintu dengan mengundang warga Gianyar yang memiliki kapasitas dan kemampuan, untuk menjadi bakal calon DPRD Gianyar. “Tanpa mahar” itulah janji Gerindra.
Kembali ke soal Pileg, jika Dapil Blahbatuh-Tampaksiring dipecah, diprediksi pertarungan caleg di Dapil Blahbatuh akan ketat. Dapil Blahbatuh hanya akan mendapat enam dari delapan kursi saat masih satu dapil dengan Tampaksiring. Sejumlah tokoh kuat diprediksi akan kembali bertarung di Dapil Blahbatuh.
Mereka adalah Kadek Wardana dari PDIP yang sudah tiga kali di DPRD, Ni Made Ratnadi (2), Wayan Sudiartana (2), I Gusti Nyoman Yasa dan I Gusti Ngurah Serana sama-sama baru sekali di DPRD Gianyar. Dari Partai Golkar ada I Gusti Ngurah Anom Masta yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Gianyar. Dari Gerindra ada I Gusti Ngurah Kapidada yang baru sekali menjadi anggota DPRD, serta dari Demokrat I Ketut Jata.
“Semua wajah lama, PDIP kadernya paling banyak, sehingga yang berebut juga banyak. Dari perbekel dan bendesa juga banyak yang masih saling intip,” imbuh sumber tersebut.
Ketua PAC PDIP Blahbatuh, Gusti Nyoman Yasa, membantah adanya perebutan nomor untuk mendapat bakal calon PDIP di Dapil Blahbatuh. “Tidak ada perebutan ini, belum ditentukan nama-nama yang akan duduk di DPR,” kelitnya. Soal siapa yang akan duduk di DPRD Gianyar, khusus PDIP akan ditentukan langsung oleh Ketua DPC. “Nanti Ketua DPC yang menentukan, berdasarkan rekam jejak loyalitas kepada partai,” jelasnya.
Ketua DPC PDIP Gianyar, I Made Mahayastra, hingga berita ini ditulis, belum bisa dimintai komentar terkait “kicauan” kadernya tersebut. adi
























