Nilai Investasi Rp800 Miliar, Mal Living World Bali Ditarget Beroperasi Akhir 2022

  • Whatsapp
DESAIN area outdoor & amphitheater Mal Living World Bali sebagai venue berbagai gelaran acara. Foto: ist

DENPASAR – Kawan Lama Group segera rampungkan proyek mal Living World Bali di bilangan Jalan Gatot Subroto Timur, Kota Denpasar, yang saat ini sudah memasuki tahap finishing. Proyek ini menjadi proyek mal Living World ketiga setelah yang pertama di Alam Sutera, Tangerang pada tahun 2011 dan Living World Pekanbaru pada tahun 2018.

Sugiyanto Wibawa selaku Business Development Director Kawan Lama Group, saat jumpa pers secara daring, Selasa (26/10/2021), menyampaikan, proyek pusat perbelanjaan ini berdiri di atas lahan seluas ±3,5 hektar dengan luas bangunan mal dan area parkir sekitar 120.000 m2. Proyek dengan nilai investasi hingga Rp800 miliar ini direncanakan untuk mulai beroperasi pada akhir tahun 2022.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, di tengah kondisi pandemi saat ini, pihak Kawan Lama Group tetap optimis dalam merampungkan pembangunan. Pasalnya, menurut data yang disampaikan oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), meskipun cenderung lambat, tetapi tingkat kunjungan pusat perbelanjaan di berbagai daerah naik secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi saat ini.

“Kawan Lama Group optimis bahwa pada saat Living World Bali mulai beroperasi di penghujung tahun 2022, situasi dan kondisi sudah berjalan normal dan baik kembali,” ujarnya.

Baca juga :  Masih Ditutup, MDA Denpasar Imbau Masyarakat Tidak ke Pantai saat Banyu Pinaruh

Sugiyanto memaparkan, berbeda dari mal kebanyakan, Living World Bali akan berfokus pada tenant di segmen home living, home improvement, dan lifestyle seperti ACE, INFORMA, Krisbow, Toys Kingdom, hingga Pet Kingdom.

Selain itu, Living World Bali menghadirkan keindahan dan keunikan arsitektur bernuansa tradisional Bali yang menyatu dengan konsep terbaru dari tenant restoran/kafe dan entertainment.

Berbagai gelaran acara dan kegiatan-kegiatan tradisional Bali yang diselenggarakan di area amphitheatre Living World Bali. Hingga revitalisasi area pinggir Sungai Bindu yang berada tepat di samping mal sebagai pusat kegiatan outdoor, area kuliner terbuka, dan venue untuk berbagai acara komunitas.

Theresia Setiadjaja selaku Mall Director Kawan Lama Group, berharap kehadiran Living World Bali dapat memberi kontribusi untuk kebangkitan geliat ekonomi di Bali, termasuk bagi UMKM di Kota Denpasar dan sekitarnya.

Pihaknya memproyeksikan, kehadiran mal ini akan menyerap hingga 2.000 tenaga kerja lokal. “Lokasi mal yang strategis serta kelengkapan fasilitas di mal ini akan memacu pertumbuhan nilai usaha ritel serta penyerapan tenaga kerja,” pungkasnya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.