Detik-detik Evakuasi Nahkoda Kapal Star Gina 2 GR dari Tengah Laut ke RSUP Sanglah

  • Whatsapp
PROSES evakuasi di tengah laut yang dilakukan petugas Basanas Bali terhadap nahkoda Kapal Star Gina 2 GR, Geneper Oledan (50). Foto: ist
PROSES evakuasi di tengah laut yang dilakukan petugas Basanas Bali terhadap nahkoda Kapal Star Gina 2 GR, Geneper Oledan (50). Foto: ist

MANGUPURA – Proses evakuasi terhadap nahkoda Kapal Star Gina 2 GR berlangsung hingga petang, Selasa (13/10/2020). Kurang lebih tiga jam lamanya berlayar, akhirnya tim SAR gabungan tiba di lokasi intercept pada pukul 17.45 Wita. Namun karena kondisi alun tinggi, KN SAR Arjuna 229 tidak dapat merapat ke badan kapal. Kondisi itu terlalu berisiko apabila kapal saling mendekat, karena bisa terjadi tabrakan ataupun benturan yang membahayakan keselamatan.

Pada Pukul 18.30 Wita, Basarnas Bali menggerakan RIB (rigid inflatable boat) menuju posisi pertemuan yakni di Selat Badung. Satu jam lebih setelahnya tim SAR berhasil mendekati Kapal Star Gina 2 GR, dan selanjutnya korban dievakuasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas) Bali Gede Darmada, S.E., M.AP., mengatakan, saat dievakuasi kondisi korban tidak bisa merespon, tampak pucat dan membiru. Setelah dievakuasi korban dibawa ke RIB dengan bantuan tali, tubuhnya terbungkus selimut hingga bagian kepala dan diikatkan pada tandu. ‘’Tim medis yang terlibat langsung menjelaskan bahwa kondisi korban tak ada respon, tampak pucat dan membiru,’’ terangnya.

Dalam melakukan evakuasi tim sangat berhati-hati agar posisi korban tetap stabil, terlebih kondisi alun saat itu cukup menyulitkan. Baru sekitar pukul 20.15 Wita korban sudah berada di RIB dan selanjutnya bergerak menuju Pelabuhan Benoa.

Baca juga :  Kasus Aktif di Berbagai Daerah Mengalami Penurunan

Setibanya di Pelabuhan Benoa, korban kemudian diserahkan ke KKP Benoa untuk dilakukan pemeriksaan. ‘’Jadi bagaimana kondisi korban nantinya akan diketahui oleh pihak medis,’’ ungkapnya.

Ambulans RS BIMC yang telah siaga di Pelabuhan Benoa dan langsung membawa korban ke RSUP Sanglah. Selama operasi SAR berlangsung telah melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali sebanyak 25 personel, Lanal Denpasar, Dit. Pol Air Polda Bali, SROP Benoa, Imigrasi Pelabuhan Benoa, KKP Pelabuhan Benoa, Satgas Covid Provinsi Bali, VTS Benoa dan Agen Kapal Tama Samudra.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Star Gina 2 GR meminta bantuan evakuasi terhadap nahkodanya atas nama Geneper Oledan (50) yang berkewarganegaraan Philipina. Kapal kargo bebendera Liberia tersebut bertolak dari Manila hendak menuju Port Hedlan.

Namun menurut laporan yang diterima Basarnas Bali dari VTS Benoa, saat kapal berada di perairan Lombok, korban mengalami gangguan kesehatan. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.