POSMERDEKA.COM, JEMBRANA – H-6 Lebaran, Senin (17/4/2023), lonjakan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai terasa. Lonjakan tersebut juga mengakibatkan antrean panjang di areal Parkir Pelabuhan Gilimanuk.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, pihak Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk mengimbau agar pemudik membeli tiket secara online dan sampai di Pelabuhan Gilimanuk dua jam sebelum keberangkatan.Dari data ASDP Pelabuhan Gilimanuk, sejak Minggu (16/4/2023) mulai pukul 08.00 Wita sampai Senin (17/4/2023) pukul 08.00 Wita tercatat 25.512 kendaraan meninggalkan Bali.
Rinciannya kendaraan roda 2 sebanyak 6.893 unit, sedangkan seluruh kendaraan roda empat baik itu bus, sedan, truk serta pick-up sebanyak 18.619 unit. Untuk pemudik yang berjalan kaki sebanyak 1.020 orang penumpang dan dalam kendaraan sebanyak 41.740 orang dan total semua penumpang jalan kaki dan dalam kendaraan sebanyak 42.760 orang pada hari itu.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII (Bali dan NTB), Hanura Kenala Iriana, mengatakan, kondisi Pelabuhan Gilimanuk saat ini di H-6 masih ramai dan ada peningkatan pengguna jasa yang menuju ke Pelabuhan Ketapang.”Memang ada lonjakan penggunaan jasa pelayanan sejak Sabtu (15/4/2023) hingga sampai meluber melebihi wilayah di Pelabuhan. Namun dengan waktu singkat bisa diantisipasi. Kita koordinasi dengan pihak Pelabuhan Ketapang agar pergerakan bisa dipercepat,” kata Hanura.
Lebih lanjut, Hanura mengatakan, memang lonjakan arus mudik terus terjadi. Namun hingga, Senin (17/4/2023) masih ramai namun masih dalam area pelabuhan. Dia memprediksi prediksi untuk puncak arus mudik kali ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal dimulainya cuti bersama sekitar tanggal 19-21 April 2023.
“Untuk itu, kami mengimbau pemudik agar membeli tiket secara online. Selain itu juga diharapkan sudah sampai di Pelabuhan Gilimanuk sebaiknya dua jam sebelum penyeberangan,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk Djumaji. Untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan pengguna jasa hingga keluar wilayah pelabuhan, pihaknya akan melakukan beberapa skenario. Sejak Sabtu (15/4/2023), pihaknya sudah mengoperasikan 30 kapal dari total 48 kapal yang disiapkan dengan 222 trip.
Pada saat puncak mudik, rencananya akan ditambah satu kapal yang lebih besar, yaitu Kapal Motor Penumpang (KMP) Jatra II yang selama ini melayani penyeberangan lintas Ketapang-Lembar.“Nanti ketika saat puncak kebijakan keputusan kita harus melakukan beberapa skenario. Atau mungkin penjadwalan kapal atau perlu skenario untuk penambahan kapal yang sifatnya insidentil. Jadi semuanya itu situasional, namun untuk sampai saat ini masih bisa terkendali dengan baik,” kata Djumaji.
Untuk pemberangkatan kapal sudah sesuai dengan peraturan melalui SPB. Begitu juga dengan cuaca sampai saat ini masih aman. Peraturan pemberangkatan kapal melalui SPB dan berkoordinasi dengan BMKG. “Jadi kita berbaku disitu, informasi apapun dari BMKG merupakan yang utama karena keselamatan itu yang lebih utama,” pungkasnya. man
























