DENPASAR – Kepengurusan MKGR Bali, yang saat ini masih dikendalikan Plt Ketua Agung Bagus Pratiksa Linggih, akan berganti nakhoda melalui Musda pada Sabtu (20/8/2022) mendatang. Nama Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa, disebut-sebut sebagai sosok kandidat terkuat mengendalikan MKGR Bali untuk periode 2021-2026.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Pratiksa Linggih yang akrab disapa Ajus, mengampu sementara MKGR Bali sejak 30 Desember 2021. Dia menggantikan kader I Wayan Subawa yang cukup lama kurang aktif dalam organisasi. Ajus adalah putra dari Demer, sapaan karib Gde Sumarjaya Linggih, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Mengenai figur yang didorong menjadi Ketua MKGR Bali, sumber menyebut nama Suyasa. Untuk Sekretaris MKGR, nama Gusti Ayu Putu Ardaba Kory disebut-sebut sebagai calon tunggal.
Mengenai persiapan Musda, Wasekjen DPP Ormas MKGR, Dewa Made Widiasa Nida, Kamis (18/8/2022) mengatakan, panitia beberapa kali rapat dan memutuskan Musda dilangsungkan pada 20 Agustus di Hotel Prime Plaza, Sanur. Musda akan dihadiri Ketum MKGR yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Adies Kadir; Sekjen MKGR yang juga Ketua AMPG Partai Golkar, Ilham Permana; dan Bendahara Umum MKGR, Dyah Roro Esti. Demer juga diagendakan hadir selaku Ketua Forkom Fraksi Partai Golkar MKGR.
Disinggung Suyasa sebagai calon kuat Ketua MKGR Bali, Nida tidak tidak membantah. Menurutnya, dari kasak-kusuk di bawah, Suyasa hampir bisa dipastikan melenggang ke kursi Ketua. Dia pribadi juga setuju Suyasa mengampu MKGR Bali, karena dinilai sosok muda, energik, dan punya semangat tinggi dalam berpolitik.
“Intinya, Pak Suyasa itu kader potensial kami. Namun, bukan berarti otomatis menutup peluang kader lain, nggak gitu. Tidak menutup kemungkinan nanti ada calon lain, baik yang mencalonkan diri atau dicalonkan,” sebut politisi asal Klungkung tersebut.
Karena merupakan kino Golkar, Nida berucap MKGR wajib tegak lurus dengan target Partai Golkar untuk memenang Pilpres, Pileg dan Pilkada 2024. Plus memenangkan Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, sebagai Presiden pada 202 mendatang. “MKGR wajib solid memenangkan Airlangga, dan arahan Ketum MKGR agar pelantikan nanti harus megah dan keren,” tandasnya.
Di kesempatan terpisah, Ardaba Kory yang dimintai komentar soal pencalonannya selaku Sekretaris MKGR Bali, mendaku siap mengemban amanah jika dipercaya peserta Musda. Dia pun menyatakan siap jika posisi Sekretaris MKGR berarti otomatis dia wajib siap menjadi caleg Partai Golkar pada Pemilu 2024. “(Jadi caleg) itu otomatis, karena pengurus (MKGR) sekarang itu 65 persen diisi (anggota) Fraksi Golkar, dan sisanya caleg potensial,” jelas Ketua KPPD DPD Partai Golkar Bali tersebut.
Lebih jauh diutarakan, para ketua di kepengurusan kabupaten/kota hampir 80 persen adalah anggota Fraksi Golkar di wilayah masing-masing. MKGR, sambungnya, sedang mendata berapa jumlah anggota fraksi dan caleg potensial di tubuh MKGR untuk merapikan pangkalan data. Dengan demikian, mereka dapat seirama dalam orkestrasi Partai Golkar. “MKGR itu prinsipnya gotong royong, nah kami sedang gotong royong untuk memenangi Pilpres, Pileg dan Pilkada 2024 melalui Partai Golkar,” ulasnya.
“Saya pribadi berharap kepengurusan baru nanti dapat mencetak kader potensial untuk dapat memenangi Pemilu 2024,” imbuh Pratiksa Linggih menandaskan. hen
























