DENPASAR – Perayaan Saraswati bagi umat Hindu memang suatu hal sifatnya rutinitas. Setidaknya setiap Sabtu Umanis Watugunung, umat Hindu merayakan hari Saraswati. Pun perayaan Saraswati, Sabtu (30/1/2021), bagi umat Hindu perayaan ini dikenal sebagai turunnya ilmu pengetahuan.
Perayaan hari Saraswati oleh umat Hindu di Bali, biasanya sangat semarak dan disambut dengan meriah, terutama kalangan pelajar, mahasiswa dan para pegawai dimana tempatnya bekerja. Namun demikian akan menjadi sedikit berbeda saat diberlakukan PPKM oleh pemerintah demi menjaga kesehatan masyarakat dari paparan virus Corona (Covid-19). Maka perayaan Saraswati di tempat-tempat suci dilakukan dengan sangat terbatas dan protokol kesehatan yang ketat.
Praktisi pendidikan, Dr. I Wayan Ritiaksa, S.Ag., M.Ag., Kamis (28/1/2021) mengungkapkan, melihat simbol-simbol yang ada pada “lambang Saraswati” yakni; seorang dewi yang cantik melambangkan ilmu pengetahuan bersifat menarik; alat musik melambangkan ilmu pengetahuan sebagai seni budaya yang agung; genitri melambangkan ilmu pengetahuan tidak putusnya untuk dipelajari, burung angsa melambangkan ilmu pengetahuan bersifat bijaksana; keropak melambangkan gudangnya ilmu pengetahuan dan teratai melambangkan kesucian. ‘’Maka pada masa merebaknya Covid-19 kita semua hendaknya bercermin dari simbol-simbol Saraswati tersebut,’’ lugasnya.
Lebih lanjut diutarakan Ritiaksa, Covid-19 telah menarik perhatian para ilmuwan di seluruh dunia untuk menemukan ilmu-ilmu baru terutama vaksin untuk mengatasi Covid-19 demi menjaga kesehatan umat manusia di dunia, karena ilmu pengetahuan merupakan bagian dari sistem budaya manusia di muka bumi ini. Dia (ilmu pengetahuan) baru untuk mengatasi Corona tidak akan henti-hentinya dikembangkan oleh para ahli demi kesempurnaannya, bahkan jika mungkin menemukan obat untuk kesembuhan penyakit Corona tersebut.
Ia mengajak seluruh umat Hindu, berdoa memuja keagungan Saraswati (dewi ilmu pengetahuan), dengan harapan semoga Dewi Saraswati membuka gudang ilmu pengetahuan tersebut demi menemukan ilmu baru penangkal Covid-19, dan dengan bijak ilmu penangkal Covid-19 tersebut dapat digunakan dengan benar. Jangan sampai ada yang salah menggunakan ilmu temuan baru tersebut.
‘’Oleh karena itu pada hari Saraswati kita sucikan diri dengan cara; tubuh dibersihkan dengan air, roh dibersihkan dengan ilmu dan tapa, pikiran dibersihkan dengan kesucian, akal dibersihkan dengan kebijaksanaan,’’ ulas Ritiaksa yang juga Kepala SDN 8 Dauh Puri ini.
Menurut Ritiaksa, jika pikiran suci maka akal secara otomatis akal akan ikut dalam suasana kesucian. Demikian pula sebaliknya jika pikiran kotor maka akal kotor akan mengikuti. ‘’Jadi akal akan selalu mengikuti pikiran. Maka pada hari raya Saraswati sucikan pikiran memuja dewa ilmu pengetahuan,’’ pungkasnya. tra
























