DARI 5 wakil Indonesia yang berlaga pada laga pembuka BWF World Tour Finals, tiga diantaranya mengalami kekalahan yakni Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra) serta dua pasangan di nomor ganda campuran, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti .
Bermain di Impact Arena Bangkok, Thailand, Rabu (27/1/2021), Anthony Sinisuka Ginting dipaksa mengakui ketangguhan unggulan pertama asal Denmark Viktor Axelsen dengan dua game langsung 17-21 dan 8-21 pada babak penyisihan Grup A
Ginting sempat mengimbangi Axelsen pada gim pertama ketika keduanya saling balas serangan sehingga perebutan skor pun ketat. Saat imbang 17-17, Axelsen meningkatkan permainannya sehingga meninggalkan Ginting untuk memenangkan gim pertama.
“Viktor mainnya bagus sekali hari ini. Dia tidak membuat kesalahan, saya berusaha main bagus tapi dia mainnya lebih baik,” kata Ginting
Pada gim kedua, penampilan pemain kelahiran Cimahi, Jawa Barat itu sulit berkembang karena lawan terus menekan. Selisih skor pun semakin melebar sampai akhirnya Axelsen menyudahi perlawanan Ginting dalam waktu 39 menit.
“Viktor tahu bagaimana bermain dari awal, dia sangat kuat, tapi dia sempat membuat kesalahan dan saya bisa cetak poin dari situ. Di gim kedua saya yang buat kesalahan, dia menekan terus dan akhirnya tidak dapat poin, seperti itu kondisinya,” kata Ginting, seperti dilansir dari antaranews.
Pada pertandingan kedua babak penyisihan Grup A, Ginting akan menghadapi Chou Tien Chen dari Taiwan. Ginting pun menyatakan siap membayar kekalahannya pada pertandingan pertama dengan menundukkan unggulan ketiga tersebut.
“Saya akan bersiap sebaik mungkin. Saya masih punya kesempatan di turnamen ini, jadi sekarang akan bersiap diri untuk pertandingan besok melawan Chen,” janji Ginting.
Sementara itu, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus menelan kekalahan pada laga perdana mereka di babak penyisihan grup B di tangan asal Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue melalui rubber game 21-13, 14-21 dan 17-21.
Hafiz/Gloria sejatinya mengawali gim pertama dengan baik dengan mencetak lima angka langsung. Mereka juga masih unggul 11-3 pada masa interval. Pasangan unggulan 5/8 tersebut berhasil mendominasi permainan di sisa pertandingan hingga gim pertama berakhir dengan skor 21-13.
Kalah di gim pertama membuat pasangan Prancis itu bangkit untuk merebut poin demi poin sejak awal gim kedua. Sementara itu, Hafiz/Gloria harus mengawalinya dengan buruk karena mereka membuang lima poin beruntun.
Hafiz/Gloria berupaya bermain bertahan dari serangan yang diberikan oleh lawan. Namun Gicquel/Delrue selalu berhasil menemukan cara untuk mematikan bola hingga interval gim kedua ditutup dengan skor 11-7. Gicquel/Delrue masih menguasai pertandingan hingga kemenangan 21-14 pada gim kedua memaksa terjadinya rubber game.
Penampilan Hafiz/Gloria masih belum membaik saat memasuki gim ketiga karena mereka langsung tertinggal enam poin dari Gicquel/Delrue. Hafiz/Gloria kalah telak 2-11 sebelum memasuki jeda.
Permainan Hafiz/Gloria sebetulnya sempat keluar usai jeda, bahkan mereka juga perlahan mulai menipiskan jarak saat kedudukan 16-19. Hingga pada akhirnya, pengembalian bola yang melebar dari Hafiz Faizal menandai akhir gim penentu dengan skor 21-17 untuk kemenangan Gicquel/Delrue.
Hafiz/Faizal masih akan melakoni babak penyisihan grup B dengan menghadapi wakil Jerrman Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich pada Kamis (28/1/2021).
Nasib serupa juga dialami Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang takluk di tangan pasangan unggulan ketiga asal Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 13-21, 21-16, 11-21 pada penyisihan pertama Grup A.
Praveen/Melati sebetulnya tampail tak terlalu buruk, bahkan sangat baik pada gim kedua. Sayang, wakil Indonesia ini banyak melakukan kesalahan, seperti pukulan lemah dan bola tidak terarah. Pergerakan mereka juga tidak selincah beberapa pertandingan mereka sebelumnya.
Pada gim pertama, Dechapol/Sapsiree lebih dominan. Setelah imbang 1-1, pasangan Thailand itu memimpin sampai 9-8. Tetapi, Praveen/Melati bisa mengimbanginya untuk menyamakan kedudukan 9-9. Sayang, setelah itu mereka kehilangan konsentrasi ditambah pertahanan yang lemah sehingga mempermudah Dechapol/Sapsiree mengumpulkan poin sampai menang 21-13.
Pada gim kedua, Praveen/Melati membalikkan keadaan. Setelah imbang 5-5, mereka melaju kencang meninggalkan lawannya jauh di belakang. Dan gim kedua pun direbut Praveen/Melati dengan 21-16.
Pada gim ketiga, Praveen/Melati dan Dechapol/Sapsiree kian sengit bertarung, tetapi Praveen/Melati lagi-lagi kalah start walau bisa menyamakan kedudukan pada 3-3 dan 5-5.
Mereka hanya bisa memimpin dalam waktu singkat pada kedudukan 9-8. Dechapol/Sapsiree menyusul untuk kemudian menyamakan 9-9. Pasangan Thailand itu menambah kecepatan dan bermain lebih agresif sehingga sulit diimbangi oleh Praveen/Melati.
Setelah unggul 10-9, pasangan Negeri Gajah Putih itu merebut tujuh poin tanpa balas sampai kedudukan 17-9. Praveen/Melati tampak sudah tidak bisa lagi menemukan celah untuk menyusul Dechapol/Sapsiree sehingga akhirnya bertekuk lutut 11-21.
Kedua pasangan sudah pernah bertemu pada tujuh turnamen sebelumnya yang empat di antaranya dimenangkan oleh Praveen/Melati.
Dari segi peringkat, Dechapol/Sapsiree lebih diunggulkan karena menempati rangking ketiga dunia, sedangkan Praveen/Melati menduduki peringkat keempat.
Selain dengan Dechapol/Sapsiree, Praveen/Melati juga bersama dengan unggulan pertama asal Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith dan pasangan Korea Selatan Seo Seng Jae/Chae Yujung dalam grup ini. yes
























