Mantan Wagub I Dewa Gde Oka Berpulang

ALMARHUM I Dewa Gde Oka. Foto: ist
ALMARHUM I Dewa Gde Oka. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Banyak tugas diemban I Dewa Gde Oka, baik di militer, politik, pemerintahan, dan organisasi kemasyarakatan. Putra Bangli dengan pangkat terakhir Brigjen TNI itu lahir di Bangli pada 20 November 1936, dan meninggal tepat pada bulan purnama, tanggal 27 November 2023, pukul 18.12 Wita di RS Wangaya, Denpasar pada di usia 87 tahun.

Selasa (28/11/2023) sore hari, jenazah dibawa dari RS ke rumahnya di Jero Suci, Jalan Nusantara 12, Bangli. Upacara nyiramin akan dilaksanakan pada Kamis (30/11/2023) pukul 16.00 wita. Karena awig-awig banjar adat setempat, upacara ngaben ditentukan waktunya secara periodik dan massal. Karena itu upacara mekingsan di gni (pembakaran jenazah) dilaksanakan pada Jumat (1/12/2023) pukul 12.00 Wita di Setra Dalem Slaungan, Bangli.

Bacaan Lainnya

Salah satu keluarga almarhum, I Dewa Nyoman Oka, menuturkan, karier I Dewa Gde Oka di militer dimulai dari operasi militer dan penugasan di berbagai kesatuan di Indonesia. Pernah menjabat Dandim 1611/Badung tahun 1972-1974, dan Kasrem 163/Wira Satya tahun 1974-1975. Kemudian menjabat Bupati Badung selama dua periode ketika Badung dan Denpasar masih jadi satu pemerintahan, tahun 1975-1985.

Dia dikenal sangat dekat dengan rakyat, dan menorehkan berbagai kebijakan monumental, salah satunya penataan dan pengembangan kota serta pembuatan lapangan olahraga umum di semua arah “Nyatur Desa”. Pengabdiannya berlanjut sebagai Wakil Gubernur Bali tahun 1985-1989. Selama tugasnya banyak memperoleh berbagai tanda jasa dan penghargaan, baik di militer maupun dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah Para Samya Purna Karya Nugraha dari Presiden Soeharto, penghargaan prestisius ketika itu dalam keberhasilannya membangun daerah. Organisasi politik yang pernah dinakhodai adalah Ketua DPD Golkar Bali tahun 1988-1993. Juga mengemban tugas di organisasi sosial, antara lain Ketua Palang Merah Indonesia Bali sejak tahun 1987 selama tiga periode.

Di tengah kesibukannya, Oka juga aktif dalam organisasi sosial kekeluargaan dan spiritual. Setelah purnatugas di pemerintahan, dia total mendedikasikan diri di tingkat dadia, banjar, desa maupun Maha Gotra Tirta Harum (MGTH). Pula sebagai Koordinator Penasihat MGTH Nusantara, karena banyak terdapat versi sejarah MGTH. Untuk menghindari adanya dualisme dan untuk mempersatukan, Oka memprakarsai sekaligus terjun langsung mengoordinir Tim Penyusunan Sejarah MGTH yang bukunya beredar luas sebagai acuan bagi internal semeton MGTH. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses