BULELENG – Pemanfaatan teknologi di zaman digitalisasi punya peran penting dan efektif untuk bisa menunjang kegiatan sehari-hari. Salah satu yang menjadi perhatian pemanfaatan teknologi tepat guna (TTG) adalah program internet of things (IoT) dari petani muda keren (PMK) Desa Gobleg Kecamatan Banjar.
Dalam program pemanfaatan IoT itu, PMK Desa Gobleg melalui Ketua Gede Suardita berhasil meraih juara 1 Tingkat Nasional tentang TTG Inovasi Nasional XXIII Tahun 2022. Penghargaan diserahkan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Abdul Halil Iskandar, di jawa Barat, belum lama ini.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Buleleng, Nyoman Agus Jaya Sumpena, mengatakan, TTG adalah salah satu tupoksi perbekel desa untuk memberdayakan masyarakat. Terkait keberhasilan PMK Desa Gobleg mendapat juara Nasional TTG Inovasi ini, lantaran PMK itu sudah melakukan proses pertanian dengan sistem IoT.
“Sistem petani di sana mengontrol pertaniannya hanya dengan sistem GPS, dan bisa mengontrol dari jarak jauh. Misalnya mau siram atau memupuk tanaman jadi tidak perlu datang langsung ke ladang, hanya dengan menggunakan aplikasi terhubung dengan handphone saja bisa dilakukan,” terangnya, Kamis (27/10/2022).
Untuk menumbuhkembangkan TTG, dia akan terus mendorong perbekel desa untuk berupaya semaksimal mungkin dalam memfasilitasi para petani. Misalnya memberi pembinaan maupun anggaran, sehingga petani muda mau berkecimpung di dunia pertanian.
Sistemnya masih mencari-cari potensi setiap desa untuk dapat dikelompokkan dalam kategori TTG ke depan. Rencananya tahun 2023 instansinya akan mengusulkan TTG dari Desa Sanggalangit terkait mobil kendaraan listrik dengan teknologi tenaga surya.
Dengan terpilihnya TTG Inovasi ini, ucapnya, akan dijadikan contoh di tingkat nasional sebagai inovasi pertanian digitalisasi. Pemkab Buleleng pun akan menyosialisasikan hal ini kepada petani lainnya agar mampu menerapkan hal sama, sehingga petani tidak perlu kotor-kotoran dalam mengelola pertanian.
Hal ini bisa diwujudkan, imbuhnya, dengan menyiapkan alat dan instalasi. Dia berharap semua petani di Buleleng mampu menerapkan sistem IoT ini. “Petani yang mau memanfaatkan sistem IoT ini agar berkoordinasi dengan PMK, sehingga merangsang kaum muda untuk bertani. Tentu ini mampu membangkitkan ekonomi di Buleleng,” ulasnya memungkasi. rik
























