Mampu Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan, Wali Kota Mataram Dinilai Pemimpin, Bukan Pemimpi

  • Whatsapp
ANGGOTA DPR RI, Rachmat Hidayat. Foto: rul

MATARAM – Kepemimpinan Mohan Roliskana sebagai Wali Kota Mataram mendapat apresiasi anggota DPR RI asal NTB, Rachmat Hidayat. 10 bulan memimpin Mataram, Mohan dinilai menunjukkan diri benar-benar pemimpin rakyat sejati, bukan pemimpi.

Salah satu ukurannya yakni Mohan meletakkan dasar tata kelola birokrasi, sehingga birokrasi Mataram dapat bersih dan melayani.

Bacaan Lainnya

“Pak Wali benar-benar menempatkan para pejabat sesuai dengan kompetensinya,” kata anggota Komisi VIII DPR RI itu, Senin (3/1/2022) seraya menyebut penempatan birokrat tidak berdasarkan dendam atau utang politik saat Pilkada.

“Pak Wali benar-benar menempatkan diri sebagai pemimpin bagi semua warga Kota Mataram,” sambung Ketua DPD PDIP NTB itu.

Rachmat mendaku penentuan jabatan kini berdasarkan sistem merit di Mataram. Itu sebabnya dia tak sungkan memuji dan mengapresiasi kinerja Ketua DPD Partai Golkar NTB itu.

Pengakuan atas kinerja Mohan juga datang dari lembaga lain, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) misalnya, yang memberi penghargaan skala nasional Monitoring Centre For Prevention (MCP) terbaik untuk kategori Pemerintah Kota.

Penghargaan MCP terbaik diserahkan pada acara puncak peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia tahun 2021 di Gedung KPK Jakarta, 9 Desember 2021 lalu.

Baca juga :  Hasil Undian Piala Menpora 2021, Persib dan Bali United Satu Grup

Kota Mataram keluar sebagai Kota Terbaik dengan MCP indeks 90,19, mengalahkan tiga kota lain yang masuk dalam kategori ini yakni Kota Pematang Siantar, Kota Semarang dan Kota Denpasar.

Salah satu poin yang mendongkrak indeks MCP Mataram adalah keberhasilan dalam sertifikasi aset sebanyak 147 bidang. “Jelas sekali penghargaan ini bukti bagaimana Pemkot Mataram dikelola di kepemimpinan Pak Wali saat ini,” puji Rachmat.

Hal lain yang diapresiasi Rachmat yakni gerak cepat dalam penanganan masalah yang dihadapi masyarakat. Misalnya bagaimana Mohan memimpin di lapangan kala bencana banjir menimpa warganya, beberapa waktu lalu. Mohan berada di tengah-tengah masyarakat, dan mengatasi langsung persoalan dari lapangan.

Menurut Rachmat, sikap pemimpin hadir ketika rakyat kesusahan itu yang dibutuhkan saat ini. Gerak cepat juga ditunjukkan berkat kejelian Mohan melihat peluang untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Misalnya bagaimana Kota Mataram bisa mendapat benefit atau keuntungan yang besar dari event internasional yang digelar di KEK Mandalika seperti IATC dan World Superbike.

Singkat kata, Mataram menjadi daerah yang mampu meraih manfaat besar dari event kelas dunia tersebut. Hal ini tentu berimbas kepada kian berdenyutnya ekonomi masyarakat dan ekonomi daerah, di tengah berbagai ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Ketika ekonomi daerah menggeliat, pasti akan berimbas pula kepada meningkatnya pendapatan asli daerah.

Kejelian melihat peluang tersebut, sambung Rachmat, adalah karakter pemimpin yang amat dibutuhkan. Apalagi khalayak tahu Kota Mataram bukan daerah yang memiliki kelapangan fiskal. Di tengah pandemi, semua daerah mengalami hal yang sama, yakni pendapatan asli daerah tergerus.

Baca juga :  Bupati Suwirta Semangati Petani Rumput Laut di Nusa Lembongan

“Sepuluh bulan beliau memimpin Kota Mataram, secara objektif saya melihat Pak Wali menunjukkan hal tersebut secara brilian. Wajar jika masyarakat kini menempatkan harapannya kepada Pak Wali,” tandas Rachmat. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.