Made Chandra Berata Ikut World Master Games di Taiwan, Tampil di Nomor Ganda dan Tunggal

MADE Chandra Berata (kanan) bersama pasangannya Oei Wijanarko Adi Mulya (kedua dari kanan), berpose dengan lawannya, sebelum pertandingan di Grup C ajang World Master Games 2025 di Taiwan. foto: yes

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Di tengah-tengah kesibukannya menjadi pelatih di Jepang, pebulutangkis veteran asal Buleleng (Bali), Made Chandra Berata masih sempat mengikuti kejuaraan internasional ”World Master Games 2025”, yang berlangsung di Taiwan (20-30 Mei 2025).

Event World Master Games adalah olimpiade yang diperuntukkan untuk para olahragawan senior (35 tahun ke atas). Event ini biasanya dilangsungkan setiap 4 tahun sekali, setahun setelah olimpade. Tahun ini, diselenggarakan di China Taiepei, Taiwan. ”Kebetulan saya ikut bertanding di nomor perorangan (single) dan duoble (ganda) putra,” kata Chadra Berata kepada posmerdeka.com, Rabu (21/5/2025).

Bacaan Lainnya

Chandra Berata pun sudah memulai pertandingannya di nomor ganda. Ia berpasangan dengan Oei Wijanarko Adi Mulya. Hasilnya? Chandra /Wijanarko berhasil mengalahkan pasangan Singh Gurjit (India)/Hadi Wahono, dengan gim langsung 21-15, 23-21.

Chandra /Wijanarko berada di grup C dalam kejuaraan itu. ”Besok (Kamis 22 Mei 2025), saya dan Oei Wijanarko akan bertanding 2 kali, pagi jam 10 dan siangnya pukul 14.30. Juara dan runner up di setiap grup, akan melaju ke babak selanjutnya,” ungkap Chandra Berata, seraya menambahkan, nomor tunggal putra akan dilangsungkan mulai 26 Mei mendatang.

Prestasi Chandra Berata di usia veteran terbilang moncer. Pemain yang pernah membela kontingen Bali di arena PON XI/1985 Jakarta dan PON XIII/1993 ini, menyabet gelar juara Badminton Asia Senior Open 2023 setelah di final nomor tunggal putra 55 tahun+, menumbangkan sang juara dunia 1993, Joko Suprianto dengan skor 21-18 dan 21-15, yang berlangsung di Tien Son Sport Center, Danang Vietnam, Minggu (17/12/2023).

Chandra Berata ke final setelah di semifinal menyingkirkan andalan Malaysia Chin Hooi Chuah dengan skor 21-6, dan 21-8, sedangkan Joko Suprianto sendiri menang di semifinal atas Prabhakaran Ponnengattil (Uni Emirat Arab) 21-6 dan 21-4.

Sebelumnya di babak penyisihan Chandra Berata juara Grup B, dan Joko Suprianto juara grup A. Di babak semifinal juara grup A bertemu runner grup B, dan juara grup B melawan runner grup A. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses