Lukisan Bisa Bantu Terapi Pemulihan Pasien

  • Whatsapp
PUTRI Suastini Koster memperhatikan salah satu lukisan usai membuka pameran lukisan seniman muda Bali dengan tema “Seni di tengah Pandemi” yang juga serangkaian dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional, di RSJ Provinsi Bali, Bangli, Kamis (12/11/2020). Foto: gia
PUTRI Suastini Koster memperhatikan salah satu lukisan usai membuka pameran lukisan seniman muda Bali dengan tema “Seni di tengah Pandemi” yang juga serangkaian dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional, di RSJ Provinsi Bali, Bangli, Kamis (12/11/2020). Foto: gia

BANGLI – Bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali di Bangli menggelar pameran lukisan seniman muda Bali bekerja sama dengan Ubud Diary, Kamis (12/11/2020). Pameran dibuka Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, di aula Diklat RSJP Bali.

SUASTINI mengajak para seniman lukis memanfaatkan lorong-lorong rumah sakit di seluruh Bali untuk dihiasi dengan karya lukis. Lukisan dengan jati diri melestarikan gaya lukis Bali, kata dia, dipakai menghiasi tembok-tembok  rumah sakit. Bagi istri Gubernur Bali, I Wayan Koster, itu lukisan yang indah dapat menerapi pasien maupun pengantarnya.

Bacaan Lainnya

“Coba bayangkan, baik pasien maupun pengantar baru masuk ke rumah sakit, di kiri-kanannya ada lukisan karya seni yang indah menyejukkan mata, sehingga suasananya lebih adem dan bergairah. Tentu ini akan menumbuhkan semangat,” tutur seniman puisi dan drama tersebut.

Lebih jauh disampaikan, kala pasien lelah menunggu giliran, begitu melihat lukisan pantai yang indah, keadaan itu dapat menambah imun tubuh. Dengan begitu proses pemulihan juga dapat lebih cepat. Dia mengajak pelukis untuk mencoba, karena kemungkinan orang lain atau di tempat lain belum ada. Baru di Rumah Sakit Bali Mandara yang temboknya indah dihiasi lukisan, karena kebetulan direkturnya seorang pelukis.

Baca juga :  Gubernur Koster Akan Tinjau Sejumlah Objek Wisata Bali terkait Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Baru

Karena itu, Suastini minta coba dipamerkan hasil karya pelukis lokal. Jika misalnya ada yang mau membeli, itu juga disilakan. “Rumah sakit tempat memajang karya seni, tapi juga ikut menerapi. Walaupun pada masa pandemi ini, kita harus tetap kreatif,” ajaknya.

Direktur Rumah Sakit Jiwa, dr. I Dewa Gede Basudewa, mengatakan pameran akan digelar dari 12 hingga 27 November 2020. Tujuan pameran untuk membangkitkan kreativitas seni di tengah pandemi Covid-19. Pameran terselenggara dengan menjalin kerjasama dengan para pelukis muda berbakat di wilayah Ubud, Gianyar. Dengan kolaborasi seniman muda ini, dia juga mengangkat talenta sejumlah pasien di RSJ dengan menggelar pameran bersama untuk pemulihan pasien.

Lebih jauh diutarakan, pelukis yang terlibat sebanyak 25 orang dengan hasil karya 25 lukisan, di luar lukisan para pasien RSJP. Semua lukisan yang dibuat pasien ODGJ dan pernah dipamerkan, kembali dipajang. “Selama ini lukisan yang pernah dibuat para pasien dipajang galeri Pemprov Bali,” urainya memungkasi. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.