Longsoran Masih Terjadi, Warga Pilih Menyeberang Lewat Danau

  • Whatsapp
KARENA masih terjadi longsor pada akses jalan darat di jalur Desa Buahan-Desa Terunyan, warga setempat memilih menyeberang melalui danau. Foto: gia

BANGLI – Material longsoran yang menimbun akses jalan darat di jalur Desa Buahan-Desa Terunyan memang sudah dibersihkan petugas gabungan, TNI, Polri, BPBD, Dinas PU dan para relawan. Namun, warga setempat masih memilih menyeberang dengan menggunakan boat. Sebab, mereka mengaku masih trauma melintas lewat darat karena masih sering terjadi longsoran meski kecil-kecil.

Wayan Partini, salah seorang warga Desa Abang Batu Dinding, Rabu (20/10/2021) menuturkan, sampai saat ini warga kebanyakan menyeberang lewat Danau Batur menggunakan boat atau sampan ke luar desa. “Longsoran tanah dan bebatuan masih terjadi, kami memilih jalur yang lebih aman,” sebut Partini.

Bacaan Lainnya

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan; didampingi Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf. Putu Gede Suardana, berkata sore kemarin dipastikan tiga desa yang terisolir sudah bisa ditembus sepeda motor. Namun, untuk kendaraan roda empat belum bisa lewat. Sebab, masih sering terjadi longsoran di titik pertama, yakni perbatasan Desa Buahan-Desa Abang Batu Dinding, sehingga sangat membahayakan.

“Saat ini kami masih fokus penanganan longsor di titik keenam di wilayah Desa Abang Batudinding. Di titik ke enam itu, tinggal finishing (penyelesaian akhir) saja, merapikan material longsor agar lebih padat,” jelasnya.

Baca juga :  PU Provinsi Perbaiki Jalan Rusak Depan Pasar Selat, Serinah: Yang Penting Ada Komunikasi

Tindak lanjut dari itu, jelasnya, tim berencana memasang sejumlah rambu peringatan tanda bahaya. Dengan demikian, masyarakat yang melintas bisa lebih waspada di jalur-jalur rawan. “Kami belum merekomendasikan mobil bisa melintas,” tegas AKBP Aryawan.

Pernyataan senada disampaikan Dandim Bangli. Kata dia, awalnya laporan longsor terjadi di delapan titik. Setelah diasesmen, ternyata ada sembilan titik. Kemungkinan satu titik tambahan itu longsor yang terjadi kecil-kecil.

Dari sembilan titik itu, Dandim menilai yang berat ada dua titik, yakni titik pertama dan keenam. “Sisanya ringan, sudah dibersihkan. Untuk yang dua titik itu hanya perlu merapikan saja,” bebernya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, di kesempatan terpisah, membenarkan masih terjadi longsoran susulan sampai kemarin pagi. Meski longsorannya kecil-kecil, tapi tetap sangat membahayakan karena disertai jatuhnya bebatuan. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.