Lobar Harus Siapkan Diri, Pertengahan November, Gili Mas Akan Disinggahi Kapal Pesiar

PELABUHAN Gili Mas siap dikunjungi kapal pesiar dari luar. Foto: ist

LOBAR – Kunjungan kapal pesiar yang diperkirakan membawa sekitar 600 wisatawan rencananya akan sandar di Pelabuhan Gili Mas pada 14 November pekan depan. DPRD Lobar pun mendorong agar berbagai pihak harus mampu memanfaatkan momentum ini secara maksimal. Untuk menggairahkan kembali pariwisata pascapandemi.

Ketua Komisi II DPRD Lobar, Abubakar Abdullah, menekankan agar seluruh pihak terkait dapat memberi kenyamanan bagi wisatawan yang datang nanti. Tidak hanya memanjakan mereka dengan berbagai suguhan antraksi budaya yang menarik.

Read More

Tetapi persoalan hospitality, seperti keramah tamahan hingga kesiapan fasilitas penunjang. ‘’Berbicara kenyamanan itu, pasti konteksnya fasilitas apa yang sudah kita siapkan,’’ ujar Abubakar, Sabtu (5/11/2022).

Karena, kata dia, ketika mereka datang berkunjung, kesan pertama yang terbersit dari para wisatawan akan cukup berpengaruh terhadap minat kunjungan mereka lagi nantinya. Dengan begitu berbagai sektor mulai dari hulu hingga hilir harus benar-benar siap.

‘’Tamu datang, apa atraksi yang perlu kita persiapkan untuk menyambut mereka. Yang jelas kita selaku tuan rumah harus menjadi tuan rumah yang baik dan menyenangkan,’’ pesan dia.

Menurutnya, para wisatawan yang datang itu berpotensi untuk membangun dinamika perekonomian daerah. Oleh sebab itu, berbagai peluang harus mampu dimaksimalkan selama delapan jam kapal pesiar tersebut nantinya akan sandar di Gili Mas.

Siap tidak siap, dia menyebut daerah, terutama Lobar harus mempersiapkan segala potensi sumber daya yang ada. ‘’Kenyamanan itu yang penting, fasilitas itu mungkin sebagai fasilitas pendukung tapi hospitality itu number one,’’ tegasnya.

Terutama persoalan kebersihan, hal ini menurut Abu perlu menjadi atensi. Jangan sampai pinggir jalan raya, atau pun lokasi wisata, hingga pasar-pasar rakyat yang ada di sekitar Pelabuhan Gili Mas penuh sampah dan terkesan kumuh.

‘’Itu juga harus diperhatikan, karena siapa tahu nanti tamu ini mau jalan-jalan ke pasar, melihat keunikan yang ada. Itu yang harus kita siapkan,’’ harap politisi dari PKS ini.

Lantaran, waktu sandar delapan jam bukanlah waktu yang panjang. Tidak menutup kemungkinan para wisatawan nantinya lebih memilih mencari kearifan lokal yang dekat dengan pelabuhan.

Dia mendorong agar semua pihak terkait, termasuk masyarakat harus saling berkolaborasi dan berinovasi. ‘’Jadi semua harus menyambut momen ini dengan memaksimalkan segala potensi yang ada. Jangan sampai kita kehilangan momentum,’’ tandasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT Pelindo III Lembar, Baharuddin, mengaku, bahwa secara operasional pihaknya sudah siap untuk menyambut kapal pesiar yang akan berlabuh. Pihaknya pun saat ini tengah berkoordinasi dengan Pemda. Bagaimana kemudian atraksi yang dapat disuguhkan untuk menyambut wisatawan.

‘’Harus ada (sambutan yang menarik), kita sedang koordinasi untuk hal tersebut. Supaya semua tamu bisa merasakan sesuatu yang unik. Dari kunjungannya di tempat lain,’’ pungkas Bahar. ade

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.