Lima Hektar Hutan Lindung di Desa Pinggan, Kintamani Terbakar

  • Whatsapp
Foto: HUTAN TERBAKAR PETUGAS berusaha memadamkan api yang menghanguskan sekitar lima hektar hutan lindung di Desa Pinggan, Rabu (14/10/2020). Foto: gia
Foto: HUTAN TERBAKAR PETUGAS berusaha memadamkan api yang menghanguskan sekitar lima hektar hutan lindung di Desa Pinggan, Rabu (14/10/2020). Foto: gia

BANGLI – Berbeda halnya dengan cuaca di Kota Bangli dari hasil pemetaan, daerah Kintamani masih rangking pertama sebagai kawasan paling rawan bencana. Bencana alam yang sering mengancam yakni kebakaran hutan seperti terjadi sebelumnya di kawasan hutan wilayah Bukit Payang, Desa Batur Tengah, Kintamani. Bencana serupa kini beralih ke Desa Pinggan, yang menghanguskan lima hektar hutan, Rabu (14/10/2020).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, api kali pertama diketahui warga setempat, Ni Ketut Ciri (50) sekitar pukul 10.00 Wita. Dia melihat kepulan asap dari lereng hutan Desa Pinggan, dan bergegas memberitahu masyarakat sekitar untuk memadamkan api. Namun, titik kebakaran sulit untuk dijangkau mengakibatkan kebakaran meluas ke hutan Banjar Paketan, Desa Sukawana. Lahan yang terbakar ditaksir mencapai kurang lebih lima hektar.

Bacaan Lainnya

Selain warga sekitar, upaya pemadaman dibantu empat polisi, 14 orang petugas Dinas Pemadam Kebakaran dengan dua unit mobil pemadam, serta tujuh anggota TNI.

Kemalangan menghampiri Jero Adi (45), warga Banjar Bantas, Desa Songan B, Kintamani. Selasa (13/10/2020) gubuknya yang dibangun di kawasan hutan konservasi Toya Bungkah, ludes terbakar. Sesuai informasi, saat kejadian korban tengah pergi ke ladang bersama istrinya, Ni Ketut Kutang, dan anaknya.

Baca juga :  KPU Diingatkan Waspada Gratifikasi

Seorang warga yang tahu kejadian itu segera memberitahu korban, dan selanjutnya bersama warga lainnya berupaya memadamkan api dengan air dan peralatan seadanya. Sayang, api telanjur membesar dan angin cukup kencang, yang menyulitkan upaya pemadaman hingga meludeskan seluruh pondok.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, yang dimintai konfirmasi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakan, polisi langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP, serta minta keterangan sejumlah saksi, termasuk korban. Tidak ada korban jiwa, meski korban mengalami kerugian material ditaksir Rp 7 juta. “Sesuai hasil pengecekan, untuk sementara api diduga berasal dari arus pendek listrik. Karena pondok korban terbuat dari bahan mudah terbakar, api dengan cepat membesar,” bebernya. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.