Libur Semester Ganjil Ditunda Tahun Depan, Sekolah Diminta Perketat Prokes

  • Whatsapp
Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, saat rapat MKKS SMP Kota Denpasar, Kamis (2/12/2021). Foto: tra
Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, saat rapat MKKS SMP Kota Denpasar, Kamis (2/12/2021). Foto: tra

DENPASAR – Libur akhir semester ganjil yang semula jatuh pada akhir tahun ini, diundur menjadi awal Januari 2022 mendatang. Begitu juga dengan pembagian rapor diundur menjadi tanggal 3 Januari 2022. Demikian terungkap saat rapat MKKS SMP Kota Denpasar, Kamis (2/12/2021).

‘’Ini sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, dimana untuk pembatasan mobilitas akhir tahun di masa pandemi, kita juga undur pembagian rapor dan libur semester,’’ terang Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, saat rapat MKKS Kota Denpasar.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, bila sebelumnya rapor semester dibagikan pada tanggal 18 Desember, diundur menjadi 3 Januari 2022. Sehingga libur semester siswa juga menyesuaikan pada Januari 2022. Tidak bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru. ‘’Nanti kita akan buatkan surat edaran untuk seluruh jenjang pendidikan di Denpasar, mulai dari PAUD/TK hingga SMP,’’ jelasnya.

Eddy Mulya didampingi Kabid Pembinaan SMP AA Gede Wiratama; dan Ketua MKKS Kota Denpasar, I Wayan Murdana, menambahkan, selama menunggu dua pekan sebelum pembagian rapor itu, siswa tetap belajar dan berkegiatan secara daring. ‘’Tidak ada libur kecuali Hari Raya Natal dan Tahun Baru,’’ sebutnya, sembari mengatakan, secara detail akan dituangkan pada surat edaran.

Baca juga :  Penyucian Alam dengan Bhumi Sudha di Pura Watu Klotok

Sistem belajar mengajar saat ini, menurutnya, masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Eddy Mulya yang kini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar ini juga mengingatkan sekolah untuk meningkatkan protokol kesehatan (prokes). Menyusul ditemukan siswa maupun guru di Denpasar terdeteksi positif Covid-19 setelah dilakukan tes PCR secara acak.

‘’Data per 1 Desember dari 1.494 siswa mulai janjang PAUD hingga SMA/SMK di Denpasar yang dilakukan tes PCR tercatat 40 siswa (2,8 persen) yang memerlukan pendampingan, sementara dari 604 guru yang dites PCR hanya 9 orang (1,1 persen) yang memerlukan pendampingan lebih lanjut,’’ jelasnya.

Eddy Mulya mengingatkan, dari hasil tes PCR yang dilakukan secara acak itu, jangan membuat cemas atau memunculkan ketakutan yang berlebihan. Ia menyerukan, sekolah harus semakin serius melakukan pengawasan dan pengendalian dengan memperketat prokes, demikian juga mengingatkan siswa dan orangtua siswa mempertebal prokes selama berada di rumah maupun di lingkungan.   ‘’Ini menjadi tugas bapak-ibu guru sebagai sahabat penggerak yang harus selalu bergerak ke arah perubahan dinamis. Sesuai tema HGN 2021 “Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan” termasuk pulihkan ekonomi,’’ serunya memungkasi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.