Kurangi Ketergantungan Impor, Buleleng Kembangkan Kedelai Varietas Baru

PENANAMAN kacang hijau di Desa Sari Mekar dengan luas lahan 30 hektar. Foto: rik

BULELENG – Agar dapat mengurangi ketergantungan kedelai impor yang harganya terus naik, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng akan mengembangkan kedelai varietas baru jenis dena 1 dan detam. Pengembangan masih dalam tahap penjajakan dan akan dilakukan pada tahun 2023.

Kabid Tanaman Pangan Distan Buleleng, I Gusti Ayu Maya Kurnia, mengatakan, sekarang ini instansinya masih tahap konsultasi dengan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Jatim, untuk menentukan varietas yang cocok ditanam di Buleleng. Ada dua varietas yang diusulkan yakni kedelai jenis dena 1 dan detam.

Read More

Kedua varietas ini punya kualitas sama dengan kedelai impor yang digunakan sebagai bahan baku tempe dan tahu. “Ini juga untuk bisa menjawab keluhan perajin tahu tempe terkait harga kedelai impor yang selalu naik,” kata Kurnia, belum lama ini.

Jika pihak Balitkabi sudah menentukan varietas kedelai yang cocok ditanam di Buleleng, Distan Buleleng akan membuatkan 1 demplot bekerja sama dengan petani di wilayah Banjar atau Buleleng. “Nanti akan dijajaki petani yang bersedia membuat demplot. Kedelai ini bisa ditanam sampai ketinggian 500 mdpl,” imbuhnya.

Pengembangan kedelai ini rencananya dianggarkan melalui APBN yang menjadi satu dengan program nasional Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajele). Selain kedelai, juga dilakukan pengembangan kacang hijau dengan total lahan sekitar 100 hektar di sejumlah desa. Khusus kacang hijau sudah dipanen dan menghasilkan 97,87 ton.

Untuk pengembangan kacang hijau ini, telah tersebar di tiga desa wilayah Kecamatan Buleleng, yakni di Desa Sari Mekar dengan luas lahan 30 hektar, kemudian di Desa Poh Bergong seluas 23 hektare di 3 subak, 15 hektare di wilayah Desa Petandakan dan 10 hektar di Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada.

Untuk kacang hijau sudah dipanen April hingga Juli lalu, dan tahap penanaman bulan Maret hingga bulan Februari. Hasil panen dijual langsung oleh petani. “Kami hanya memberikan bantuan bibit, jadi per hektar perlu bibit 19 kilogram jenis varietas Vima 3. Kami harap petani intens menamam, ini juga untuk bisa memudahkan kerjasama pengusulan bantuan dan pembelian hasil panen,” tandasnya. rik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.