Kurangi Angka Stunting, Antari Jaya Negara Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Berkebun

  • Whatsapp
KETUA Tim Penggerak PKK Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara (kanan) bersama Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menanam bibit saur saat mengunjungi 3 kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Jumat (18/6/2021). foto: ist

DENPASAR – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakilnya Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengunjungi 3 kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yakni di Kelompok P2L Bija Tani Bija Utama, Kelompok P2L Kebun Sarwa Prani dan Kelompok Wanita Tani Karang Abian, Jumat (18/6/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Antari Jaya Negara bersama Kristi Arya Wibawa juga berkesempatan melaksanakan penanaman bibit sayur sekaligus memanen sayuran yang sudah siap panen.

Bacaan Lainnya

“Dengan adanya kelompok P2L masyarakat bisa belajar secara langsung tentang bercocok tanam yang benar. Masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumahnya masing-masing untuk menanam berbagai kebutuhan pangan sehari hari seperti sayur, cabai, buah dan lain sebagainya,” ungkap Antari Jaya Negara.

Adanya berbagai jenis tanaman kebutuhan pangan di setiap rumah maka bisa memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, serta dapat mengurangi angka stunting di Kota Denpasar. Mengingat penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya asupan gizi sejak 1000 hari kehidupan.

Antari Jaya Negara mengharapkan Ketua kelompok P2L yang mendapatkan bantuan dana APBN bisa mengundang kader PKK yang ada di wilayahnya untuk belajar cara berkebun sesuai dengan program Hati-nya PKK.

Baca juga :  Tanda-tanda Kehamilan

Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, AA Bayu Bramasta mengatakan, kelompok P2L merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan sebagai penghasil pangan. Dalam kondisi pandemi, program ini cukup bagus, karena masing-masing keluarga tahan terhadap kebutuhan pangan. “Walaupun ada pendapatan masyarakat yang berkurang namun kebutuhan pangan mereka masih bisa mandiri,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bayu Bramasta mengatakan, dengan adanya berbagai kebutuhan pangan secara otomatis dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Kota Denpasar dan mengurangi angka stunting di Denpasar. Ia menambahkan pengembangan bibit sayuran ini juga akan menyasar di luar kelompok dan menyasar daerah stunting.

Ketua Kelompok P2L Tani Bija Utama I Made Mardiana didampingi Sekretaris Kelompok P2L Tani Bija Utama I Made Surya Permana mengaku sebelum mendapat bantuan APBN, kelompok ini sudah ada namun berjalan secara mandiri. Dengan mendapatkan bantuan maka diperuntukkan untuk membuat rumah bibit, pembibitan, penanaman hingga pasca panen. Karena kegiatan ini baru berlangsung awal tahun 2021 sehingga saat ini baru proses penanaman.

Mengingat kelompoknya sudah berdiri sebelum bantuan diterima sehingga, Antari Jaya Negara bersama Kristi Arya Wibawa bisa memetik hasil sayur yang telah siap panen. Mengingat program ini telah berjalan sehingga diprediksi panen ditargetkan pada akhir tahun sebanyak 400 kg hingga 500 kg sayur.

Hasil panen itu akan dijual untuk keberlangsungan kelompok. “Sedangkan untuk anggota, kita memberikan tanaman dalam bentuk polybag. Sehingga setiap pekarangan rumahnya akan ada sayuran berbentuk polybag dengan berbagai jenis sayuran. Satu anggota kelompok wajib di rumahnya ada 75 jenis tanaman pangan.” ungkapnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.