Kubis Membusuk, Petani Abang Batudinding Gigit Jari

  • Whatsapp
TANAMAN kubis atau kol petani di Desa Abang Batudinding yang siap panen sepekan lalu, kini mulai membusuk akibat pembeli tidak bisa masuk untuk transaksi. Foto: gia

BANGLI – Musibah tanah longsor yang menutup akses jalan darat dari Desa Buahan menuju Desa Terunyan, Kintamani membuat transportasi lumpuh. Bahkan sampai Senin (25/10/2021), akses jalan masih ditutup pihak keamanan karena dinilai masih membahayakan.

Dampaknya, tanaman kubis atau kol petani di Desa Abang Batudinding yang siap panen sepekan lalu, kini mulai membusuk akibat pembeli tidak bisa masuk untuk transaksi.

Bacaan Lainnya

Perbekel Abang Batudinding, I Made Diksa, membenarkan terjadinya kondisi memprihatinkan tersebut. Dia menjelaskan, tanaman kol sesungguhnya siap panen seminggu lalu. Sayang, bencana keburu datang, sehingga pembeli tidak bisa masuk untuk memanen.

“Kalau akses jalan belum bisa dilalui dalam seminggu ini, dipastikan petani di desa kami mengalami kerugian cukup besar. Jika melalui jalur danau, ongkosnya tinggi,” keluhnya.

Dia menguraikan, sebelum musibah tanah longsor, tanaman kol warganya di lahan seluas 35 are sudah ditawar Rp35 juta. Begitu juga tanaman kol miliknya, sudah juga ditawar pembeli.

“Kini tanaman kol ini mulai membusuk karena terlambat panen. Kami tidak memungkinkan untuk mengangkut hasil bumi itu melalui danau,” pungkasnya dengan nada pasrah. gia

Baca juga :  APBD Badung 2021 Ditarget Rp3,8 T Lebih, Jajaran DPRD Apresiasi Pjs. Bupati Badung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.