KPU Jembrana Plenokan Rekapitulasi Pilkada, Tamba-Ipat Menang Tipis

  • Whatsapp
SUASANA rapat pleno hasil pemungutan suara Pilkada Jembrana, Rabu (16/12/2020). Foto: ist
SUASANA rapat pleno hasil pemungutan suara Pilkada Jembrana, Rabu (16/12/2020). Foto: ist

JEMBRANA – KPU Jembrana menggelar rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jembrana tahun 2020, di Anjungan Cerdas Mandiri Rambutsiwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (16/12/2020).

Dalam pleno ini, perolehan suara calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) nomor urut 2, I Nengah Tamba-I Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat ditetapkan mengungguli perolehan suara cabup-cawabup nomor urut 1, I Made Kembang Hartawan-I Ketut Sugiasa (Bangsa). Berdasarkan hasil pleno ini, perolehan suara kedua pasangan calon (paslon) hanya terpaut 7.315 suara, sehingga Tamba-Ipat menang tipis.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan rapat pleno dengan membacakan hasil pemungutan suara dari masing-masing Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) itu berjalan cukup lancar.  Dimulai dari PPK Kecamatan Melaya, Kecamatan Negara, Kecamatan Mendoyo, Kecamatan Pekutatan, dan terakhir Kecamatan Jembrana. Hasil pemungutan suara tingkat kabupaten itu, sepakat ditetapkan dan ditandatangani bersama Bawaslu maupun saksi kedua paslon.

Dari hasil rekapitulasi tersebut, ada sebanyak 185.334 pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan 9 Desember lalu. Dari 185.334 suara pengguna hak pilih tersebut, sebanyak 183.667 suara sah dan 1.667 suara tidak sah.

Baca juga :  Ada Seseorang Mau Sumbangkan Lahan 3 Hektare di Bali Untuk PSSI

Dari 183.667 suara sah itu, paket Tamba-Ipat atau Tepat yang diusung Koalisi Jembrana Maju (KJM) berhasil meraih 95.491 suara atau sebesar 51,99 persen. Sedangkan paket Bangsa yang diusung PDIP dengan Hanura hanya meraih 88.176 suara atau sebesar 48,01 persen.

Ketua KPU Jembrana, I Ketut Gde Tangkas Sudiantara, mengatakan, sangat bersyukur dengan rapat pleno ini telah berjalan dengan baik. Dari sisi tingkat partisipasi masyarakat juga sudah bagus. Meskipun tidak mencapai target partisipasi masyarakat yang ditetapkan oleh Provinsi, namun hasil ini melebihi tingkat nasional yakni 78,28 persen.

“Astungkara berjalan lancar. Namun setelah kita tetapkan hasil pemungutan suara ini, masih menunggu apakah ada yang mengajukan proses gugatan hasil pemungutan suara ini ke Mahkamah Konstitusi (MK) sampai tanggal 18 Januari 2021 mendatang. Jika nanti tidak ada, maka kita tetapkan calon terpilih,” tegasnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.