SMPN 13 Denpasar Borong Juara Story Telling Matematika

  • Whatsapp
KEPALA SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, foto bersama siswa peraih juara story telling matematika dan guru pembina. Foto: tra
KEPALA SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, foto bersama siswa peraih juara story telling matematika dan guru pembina. Foto: tra

DENPASAR – Menjelang penghujung tahun 2020 ini, siswa SMPN 13 Denpasar atau lebih dikenal dengan sebutan Spentigas menoreh prestasi menggembirakan. Tiga siswa terbaik sekolah ini memborong prestasi juara 1, 2, dan 3 ajang story telling kompetisi matematika 2020 yang diadakan oleh HMPS Pendidikan Matematika Unmas Denpasar. Lomba se-Bali yang digelar secara virtual ini menceritakan sejarah geometri.

Prestasi juara 1 dipersembahkan oleh Dewa Ayu Putu Anindhity Mayra Putri (7.C). Di susul juara 2 oleh Putu Bagus Jaya Pramudya (8.D) dan juara 3 oleh Ni Made Lisa Candra Anggun Nita (8.F).  Ketiganya menerima hadiah berupa piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Bacaan Lainnya

Selain memborong prestasi tiga besar, empat siswa Spentigas lainnya juga masuk 10 besar. Mereka adalah Ni Putu Amelia Dewi (8.D) berada di ranking enam. Disusul Sayu Nathasha Putri Arpin (8.A) posisi tujuh, Putu Aris Dharma Saputra (8.D) posisi delapan, dan Ni Kadek Harum Setyaningsih (8.D) posisi sembilan.

Selain juara di kompetisi matematika, siswa SMPN 13 Denpasar juga memborong juara Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) yang diadakan Kota Denpasar. Siswa yang mempersembahkan juara yakni, Sayu Nathasha Putri Arpin meraih juara 1. Ketua OSIS SMPN 13 Denpasar ini juga juara umum di sekolah. Berikutnya, juara 2 GSMB dipersembahkan Ni Kadek Harum Setyaningsih, dan juara 3 diraih Aprilia Diva (7.G).

Baca juga :  BKKBN Bali Perkuat Pendidikan Kependudukan

Kepala SMPN 13 Denpasar, Made Sukarini, S.Pd., M.Hum., tampak tersenyum bangga dan terharu menerima piala dari siswa berprestasi karena di tengah fasilitas dan anggaran sekolah yang masih sangat minim, anak-anaknya tetap semangat mengukir prestasi termasuk saat pandemi Covid-19. Ini ia sebut kerja sama yang baik antara sekolah dan orangtua yang sangat dibutuhkan untuk membimbing siswa dalam belajar di masa pandemi Covid-19.

Dia mendaku bersyukur dengan prestasi yang dicetak siswanya. Prestasi ini, kata dia, sangat luar biasa karena menjadi kado spesial akhir tahun 2020. Prestasi juga tak terlepas dari gemblengan pembina Nurul Ekawati, S.Pd., dan Heni Wahjoe Noersanti, S.Pd. ‘’Ini prestasi yang sangat menggembirakan. Prestasi ini merupakan kado istimewa akhir tahun bagi sekolah,’’ lugasnya, Kamis (17/12/2020).

Prestasi di tingkat provinsi ini, sambung Sukarini, menambah deretan piala yang telah diraih siswa sebelumnya. Sukarini berkata tak mau menyerah sebab proses pembinaan banyak menetukan keberhasilan. Di samping motivasi intrinsik siswa dan guru pembina. ‘’Tetap belajar, tetap berkreativitas, dan kembangkan kemampuan kalian (siswa),’’ pesan Sukarini pada siswa.

Ia berharap, ke depan SMPN 13 Denpasar di Jalan Tangkuban Perahu, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, ini semakin cemerlang untuk mengembangkan prestasi yang lebih gemilang baik di akademis maupun non-akademis, serta menjadikan lingkungan sekolah rumah yang nyaman bagi keluarga besar Spentigas. Ia berkomitmen membawa SMPN 13 Denpasar semakin jaya dan maju untuk peningkatan SDM Kota Denpasar.

Baca juga :  Eksekutif Usul Pinjam TPP, Dewan Minta Penyisiran Anggaran untuk Bayar BPJS

Karenanya, ia tetap meminta dukungan semua jajaran guru dan pegawai, orangtua siswa, termasuk komite, masyarakat serta lingkungan sekolah. Belum lama ini, ia juga menerima sumbangan 100 bibit pohon mangga dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali untuk penghijauan sekolah.

KASEK Made Sukarini menerima bantuan bibit pohon mangga dari istri Menteri Pertanian, Drg. Hj. Ayunsri Syahrul Yasin Limpo. Foto: ist
KASEK Made Sukarini menerima bantuan bibit pohon mangga dari istri Menteri Pertanian, Drg. Hj. Ayunsri Syahrul Yasin Limpo.

Bantuan bibit mangga diserahkan langsung istri Menteri Pertanian, Drg. Hj. Ayunsri Syahrul Yasin Limpo, yang diterima Kasek Made Sukarini. Bibit mangga yang diterima di antaranya bibit mangga varietas Agri Gardina 45, Gadung 21, Garifta merah, serta Garifta orange.     

‘’Apalah arti seorang kepala sekolah kalau tidak didukung oleh guru, pegawai, orangtua siswa, komite serta lingkungan sekolah,’’ tandasnya memungkasi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.