KPU Badung “Meraba-raba” Format Debat Paslon Tunggal

  • Whatsapp
SEMARA Cipta. Foto: gus hendra
SEMARA Cipta. Foto: gus hendra

BADUNG – Menyiapkan format debat untuk paslon lebih dari dua, yang didapat malah paslon tunggal. Kondisi itu membuat KPU Badung menemui sedikit kesulitan dalam menentukan seperti apa format kampanye debat nanti. “Karena ini pengalaman pertama, tentu akan hadir sedikit kesulitan. Ya, kami masih meraba-raba ini bagaimana konsepnya,” kata Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta, Rabu (30/9/2020) malam.

Menyitir dari Peraturan KPU terkait debat paslon, dia menyebut hanya diatur bahwa ketika ada paslon tunggal maka formatnya adalah pendalaman materi. Namun, seperti apa teknisnya, sejauh ini belum diatur secara rigid. Misalnya, apakah saat paslon menyampaikan visi-misi itu juga dibatasi waktu seperti saat debat dengan hadirnya paslon lain. “Dalam bahasa PKPU, debat paslon tunggal hanya pendalaman materi. Tapi ya itu, belum jelas juga formatnya,” imbuh Kayun, sapaan akrabnya.

Bacaan Lainnya

Meski pada Pilkada 2018 ada 16 paslon tunggal di seluruh Indonesia, Kayun mengaku belum pernah melihat langsung bagaimana pelaksanaan “debat sendirian” seperti itu. Secara jenaka dia mendaku yang dibayangkan adalah seperti orang ujian skripsi. Jadi, dosen penguji bertanya, mahasiswa tinggal menjawab.

Baca juga :  Total Pasien Sembuh Covid-19 di Bali 2.971 Orang, Masih Dirawat 469 Orang

Disinggung bahwa saat Pilgub Bali 2013 paslon Mangku Pastika-Sudikerta pernah seperti paslon tunggal saat debat, dia menilai hal itu karena paslon lawannya tidak hadir saat debat. Namun, format debat tetap dua paslon. “Mungkin secara praktik mirip, tapi konsep mulai awal sampai selesai kan beda. Ini yang masih kami cari,” serunya.

Paslon Giriasa, sambungnya, sejauh ini juga masih menunggu konfirmasi dari KPU untuk persiapan acara debat itu. Antara lain materi apa saja dipaparkan di depan panelis, berapa durasi waktunya, dan hal teknis lainnya. Yang jelas, Giriasa mesti tiga kali melakoni kewajiban debat tersebut di stasiun televisi. Itu pun studio televisi, berbeda dengan debat saat kondisi normal yang ramai, niscaya akan sepi.

“Yang hadir nanti itu hanya paslon didampingi empat orang tim, jadi hanya enam orang saja. Tidak ada penonton atau tim hore yang membuat suasana ramai, karena PKPU 13/2020 mengatur demikian,” tegas komisioner dengan laku puasa sampai Pilkada Badung selesai itu.

Membincang persiapan lainnya, Kayun berkata mengganti masker kain untuk PPK/PPS dengan masker berkualitas lebih baik. Ini sebagai bentuk jaminan KPU agar penyelenggara selamat dan sehat dalam menjalankan kewajiban mereka di lapangan. Apalagi angka kasus menunjukkan tren meningkat. “Kami pakai masker KN95 yang standar medis itu. Semoga rekan-rekan penyelenggara tetap sehat dan selamat bekerja,” katanya menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.