Koster : Kalau Budaya Rusak, Bali Tinggal Nama

GUBERNUR Koster saat menghadiri Pesamuhan Agung VI dan Paruman Sulinggih IV Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Provinsi Bali/Pusat di Neka Art Museum, Ubud, Gianyar, Minggu (24/4/2022). Foto: ist

GIANYAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan rasa bahagia karena Maha Semaya Warga Pande sangat mengagungkan warisan leluhurnya yang berpedoman pada Bhisama Pande dengan memiliki pesan untuk selalu ingat atau eling kepada Ida Bhatara Kawitan.

Hal tersebut dikatakan Koster saat membuka Pesamuhan Agung VI dan Paruman Sulinggih IV Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Provinsi Bali/Pusat di Neka Art Museum, Ubud, Gianyar, Minggu (24/4/2022).

Bacaan Lainnya

“Ini pesan yang sangat dalam dan mulia isinya. Untuk itu kita sebagai keturunannya harus wajib melaksanakan bhisama tersebut dengan sebaik-baiknya, setulus tulusnya dan selurus-lurusnya,” ujar seraya mengapresiasi kepada yowana warga Pande yang telah melestarikan tradisi dengan membacakan Bhisama Pande yang diiringi dengan gamelan gender saat acara pesamuhan ini digelar.

Koster mengajak Warga Pande untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali secara berkelanjutan. Karena Bali wilayahnya yang kecil atau hanya 5.456 km persegi, penduduknya cuma 4,3 juta orang yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota, 57 kecamatan, 636 desa, 80 kelurahan, dan 1.493 desa adat ini penuh dengan tantangan dan ancaman, selain menjadi tujuan destinasi wisata dunia, dan banyak yang berkepentingan terhadap Bali, seperti kepentingan politik, agama, ekonomi, budaya dan kepentingan lainnya yang datang dari luar masuk ke Bali.

Baca juga :  Perbekel Pejeng Kawan Dukung Bangkitnya Arak Tatiapi

Kalau sampai budaya di Bali rusak, kata Koster, Bali akan tinggal nama dan tidak akan bisa lagi survive menghadapi perkembangan zaman, modernisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Jadi adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali merupakan satu-satunya kekayaan yang kita miliki, kita banggakan sebagai warisan adiluhung leluhur Bali yang harus kita jaga. Karena akibat budaya Bali, pulau ini menjadi daya tarik wisatawan domestik dan internasional,” jelasnya.

Koster mengajak semua pihak kompak, guyub, solid melalui pasemetonan Maha Semaya Warga Pande dan pasemetonan yang lainnya ada di Bali untuk menjaga Pulau Bali secara loyalitas, sekuat-kuatnya serta penuh tanggung jawab tanpa meninggalkan adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali dengan melaksanakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.