Koster: Gedung MDA Provinsi Bali Lebih Bagus daripada Kantor Gubernur

  • Whatsapp
GUBERNUR Koster (kedua dari kiri) dan Bendesa Agung MDA Ida Panglingsir Agung Putu Sukahet (kiri) menandatangani prasasti Iti Karya Pamlaspasan Lilagraha Majelis Desa Adat Bali. foto: gus alit

”Upacara Pecaruan dan Pemelaspasan Majelis Desa Adat Provinsi Bali”

DENPASAR – Tetabuhan baleganjur yang terdengar penuh semangat mengiringi prosesi pencaruan Rsi Gana rangkaian pemelaspasan gedung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, di Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, Rabu (2/9/2020).

Tampak, Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir saat itu, melakukan prosesi mendem pedagingan di Padmasana kantor yang baru selesai dibangun ini. Koster juga melakukan persembahyangan pada upacara yang berlangsung di hari baik, yakni Purnama Ketiga, Buda Manis, Julungwangi ini. Seusai bersembahyang bersama itu, Gubernur asal Sembiran inipun menyempatkan diri melihat-lihat ke dalam gedung yang megah ini.

Dalam kesempatan itu, Koster menuturkan awal dirinya berkeinginan membangun gedung MDA di Bali. Di mana di tahun 2013 silam, dirinya duduk sebagai pansus DPR RI merancang Undang-Undang Desa dan dalam salah satu babnya terdapat tentang desa adat. Mengingat di Bali ada desa dinas dan juga desa adat.

Baca juga :  Demi Lawan Covid-19, KPU Tak Masalah Dana Pilkada Digeser

“Jadi Undang-Undang Desa ini tidak hanya tentang desa, tetapi memuat juga tentang desa adat di bab 13,” tuturnya. Kata dia, dirinya berjuang dan akhirnya semua fraksi saat itu setuju memasukkan desa adat ke dalam rancangan Undang-Undang Desa. “Kenapa saya masukkan desa adat? Supaya di daerah-daerah lain di luar Bali yang desa adatnya sudah tidak ada lagi, adatnya tetap ada,” lanjutnya.

Dalam rancangan itu, dirinya pun menyempatkan diri bertemu dengan Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) yang kini berubah nama menjadi MDA. Di mana kantor MUDP ini menumpang di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Saat berdiskusi di kantor MUPD ini, dirinya pun tersentuh melihat keadaan dari kantor ini.

“Kok kantor MUDP kantornya pojokan kayak gini. Numpang di Dinas Kebudayaan. Ada ruang rapat kecil, ada ruang sekretariat, ada ruang tamu sedikit, jadi kecil sekali ini dan dipojokan. Menurut saya, itu sangat-sangat tidak baik. Tidak menghargai sebagaimana mestinya dari fungsi majelis itu sendiri, baik kedudukannya,” tuturnya.

Baca juga :  Awas Berbahaya, Penyemprotan Disinfektan Langsung pada Tubuh

Dalam lubuk hatinya, kata Koster, dirinya berjanji jika menjadi Gubernur Bali akan membangun gedung yang representatif untuk majelis utama yang mengurusi seluruh desa adat yang ada di Bali ini. Bak gayung bersambut, akhirnya dirinya terpilih menjadi Gubernur Bali. Janji untuk membangun gedung MDA pun ia tepati. Bahkan tanpa harus membebani APBD.

Menurutnya, gedung MDA berlantai III yang dibangun di atas tanah seluas 11 are ini, menggunakan dana CSR dari BUMN, Bank pemerintah dan juga swasta, hingga BPD Bali. Dirinya pun bersurat ke direksi di pusat untuk meminta bantuan dalam upaya membangun gedung ini.

Kata dia, hingga saat ini sudah terkumpul CSR sebesar Rp26 miliar. “Untuk gedung MDA ini, diambil dari CSR 9,8 miliar. Namun saat itu tanpa pagar. Kemudian saya meminta kepada kontraktor agar ikut menyumbang dengan membangun pagar. Jadi totalnya Rp10 miliar lebih,” ujarnya.

Baca juga :  Habis Minum Miras, Buruh Proyek Gorok Leher Temannya

Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan ini menambahkan, gedung yang dibangun dari CSR inipun sangat megah. Bahkan, kata dia, lebih megah dari kantor Gubernur Bali sendiri. “Jadi MDA sekarang sudah punya kantor yang representatif, bagus, dan megah bahkan lebih bagus daripada kantornya gubernur. Coba lihat kantor gubernur, sudah lapuk, udah aduh berantakan kayak gitu,” tandasnya.

Sementara itu, Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putu Sukahet mengucap syukur kehadapan Sang Pencipta, dan juga terima kasih kepada Gubernur Bali yang telah merealisasikan janjinya untuk membangun gedung MDA Provinsi Bali serta di kabupaten/kota se-Bali.

“Ini adalah salah satu komitmen bapak gubernur dalam membangun adat dan juga budaya Bali,” ujarnya seraya menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang ikut membangun gedung ini. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.