“Kopi Pewarta” Diskusikan Karut-marut PPKM di Tabanan

  • Whatsapp
PEWARTA mendiskusikan tema “Karut-marut PPKM di Tabanan” dalam acara bincang santai ‘Kopi Pewarta’ di Ruang Rapat Diskominfo Tabanan, Rabu (24/2/2021). foto: gap

TABANAN – Komunikasi Penuh Inspirasi (Kopi) Pewarta yang digagas Paguyuban Persatuan Wartawan Tabanan (Pewarta) mendiskusikan tema “Karut-marut PPKM di Tabanan”. Acara bincang santai yang digelar rutin bulanan itu dilaksanakan di Ruang Rapat Diskominfo Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (24/2/2021).

Ketua Pewarta, Donny Darmawan, menyebut ‘Kopi Pewarta’ menghadirkan sejumlah tokoh inspiratif, juga memberikan ruang kepada pemerintah terkait permasalahan yang hangat dibincangkan saat ini.

Bacaan Lainnya

Undangan yang hadir di antaranya Plh. Bupati Tabanan yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan, I Gede Susila; Kasatpol PP Tabanan, I Wayan
Sarba; Kadiskes Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika; Wakapolres Tabanan, Kompol I Ketut Gelgel; Kasdim 1619/Tabanan, Mayor Inf. Dewa Putu Oka; dan beberapa warga.

“Topik (PPKM) tersebut kami angkat semata-semata agar ke depan dapat berjalan lebih baik, sehingga Tabanan bisa segera zero Covid-19,” ujar Donny.

Gede Susila mengakui bahwa sebagian masyarakat di Tabanan belum sepenuhnya memahami penerapan PPKM dengan baik. “Padahal semua itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari Covid-19. Tidak ada maksud merugikan masyarakat,” tegasnya.

Dikatakan, PPKM mikro II yang diberlakukan saat ini, adalah pembatasan pergerakan masyarakat. Peran desa untuk mengawasi masyarakat karena penyebaran didominasi melalui kerumunan orang banyak. “Bila masyarakat sadar, maka optimistis penyebaran Covid-19 dapat diatasi, dengan tetap menerapkan 3M secara ketat,” imbuhnya.

Baca juga :  Update Covid-19 di Bali: Terkonfirmasi Positif Bertambah 189 Orang, Denpasar Terbanyak

Wayan Sarba menyebut pihaknya tetap bergerak bersama dalam penerapan PPKM mikro. “Saat ini penindakan diserahkan kepada satgas desa, sedangkan satpol PP hanya mem-back up. Yang jadi pertimbangan adalah efektifitas dan efisiensi, sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Kompol I Ketut Gelgel mengatakan bahwa kepolisian telah melakukan upaya-upaya pencegahan dalam menekan penyebaran Covid-19. “Pelaksanaan PPKM diperpanjang karena dinilai berhasil. Program Polri dalam pencegahan sampai ke tingkat desa juga dilakukan,” tukasnya.

Kasdim Tabanan pun menambahkan, operasi gabungan yustisi dalam pencegahan dan penyebaran Covid-19 dilaksanakan dua kali dalam sehari. “Kami juga melakukan pelatihan kepada para babinsa guna membantu tenaga medis di desa-desa,” ucapnya.

Sementara itu, Kadiskesdr. Suratmika mengatakan bahwa sudah tidak ada zona merah di Tabanan. “Sudah ada penurunan jumlah kasus. Sebagian besar sudah masuk zona hijau. Ada pergeseran pergerakan penduduk,” ujarnya seraya mengingatkan tetap menerapkan 3M dengan disiplin.

Salah satu perwakilan dari masyarakat Tabanan, Suriadi Darmoko, berharap penerapan PPKM bukan di zona hijau. “Untuk penutupan tempat usaha, di zona hijau tidak usah dilakukan penutupan lagi,” harapnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.