Komisioner KPU “Rasa” KPPS

  • Whatsapp
KOMISIONER Luh Putu Widyastini yang berperan sebagai KPPS membuka lembar surat suara sebelum memulai proses pemungutan suara saat simulasi di TPS 01, Kamis (2/12/2021). Foto: hen
KOMISIONER Luh Putu Widyastini yang berperan sebagai KPPS membuka lembar surat suara sebelum memulai proses pemungutan suara saat simulasi di TPS 01, Kamis (2/12/2021). Foto: hen

DENPASAR – Para komisioner KPU galibnya memberi instruksi kepada jajaran badan ad hoc seperti kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sebelum pemungutan suara dilangsungkan. Namun, khusus pada Kamis (2/12/2021), para komisioner KPU Bali dan kabupaten/kota “turun pangkat” sementara menjadi KPPS, saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara yang disederhanakan di KPU Bali. Maka jadilah mereka “komisioner rasa KPPS” di TPS berukuran 10×8 meter yang dihias lumayan menarik itu.

Anggota KPU Bali, Luh Putu Widyastini, menjadi KPPS di TPS 01 yang semua petugasnya perempuan, dan pemilihnya menggunakan desain tiga lembar surat suara. Sementara AA Raka Nakula dan IGN Agus Darmasanjaya menjadi KPPS di TPS 02. Mereka dibantu komisioner KPU kabupaten/kota untuk melengkapi jumlah personel di tiap TPS.

Bacaan Lainnya

Digoda menjadi komisioner rasa KPPS, Darmasanjaya hanya tertawa. “Ya, biar ingat lagi cara pemungutan suara di TPS,” celetuknya sembari memasang gaya untuk difoto. “KPPS itu singkatan dari komisioner peran pengganti sementara,” celetuk rekannya sambil terkekeh.

Anggota KPU Karangasem, Putu Deasy Natalia, yang bertugas di TPS 01, juga tertawa ketika diusili untuk sementara turun jabatan menjadi KPPS. “Lho ini supaya tetap bisa proses di TPS. Jangan sampai ngasih tahu aja tapi lupa caranya,” kelakarnya.

Baca juga :  Pandemi “Suburkan” Lapak Bermobil

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, mendaku mengerahkan semua jajaran komisioner untuk memastikan simulasi berjalan lancar. Dia juga bersyukur kegiatan bisa berlangsung mulus meski TPS disiapkan dalam waktu singkat. Termasuk memasang televisi layar lebar di lapangan, untuk memantau waktu yang dibutuhkan pemilih menggunakan desain surat suara yang disederhanakan itu.

 “Sukses dan lancarnya simulasi ini ya berkat kerja keras teman-teman semua, baik KPU Provinsi dengan di kabupaten/kota. Sebab, ini kan membawa nama Bali juga sebagai daerah percontohan,” ujarnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.