KARANGASEM – Komisi IV DPRD Karangasem melaksanakan monitoring menyasar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem. Kegiatan dipimpin Ketua Komisi IV Nyoman Rena; bersama sejumlah anggota, Selasa (31/5/2022).
Rombongan Komisi IV diterima Kabag Kepegawaian RSUD Karangasem, I Nyoman Sudiatmika, dan Ni Putu Sutarmini. Anggota langsung menyasar IRD lanjut ke ruang Radiologi, Instalasi Gizi, Intsalasi Pemulasaran Jenazah, selanjutnya menuju Poliklinik dan sejumlah ruang rawat inap.
Nyoman Rena mengatakan, setelah keliling-keliling ada beberapa catatan Komisi IV. Saat masuk di IGD, untuk indikator pelayanan, pihaknya bertanya ke pasien bukan petugas. Pasien menyatakan pelayanan disini IRD RSUD cukup bagus, kemudian di tempat makanan juga lumayan bagus.
Namun, ada hal-hal yang perlu ditekankan saat pembahasan terkait kesenjangan jaspel dengan petugas lainnya. ‘’Itu ada kesenjangan, dan kami tahu petugas di IRD berada terdepan. Apalagi di masa pandemi harusnya ini diperhatikan, jadi perhatikan nanti terkait jaspelnya,’’ kata Rena.
Yang kedua, sambungnya, ruang jenazah menjadi problem lama. Saat monitoring dulu waktu kepemimpinan lama, yang menjadi masalah freezer ada dua, tapi satu rusak, satunya lagi sudah rata-rada akan rusak parah. Ini juga akan menjadi masukan ke pemerintah.
Dalam pengadaan misalnya, Dewan akan memberi masukan ke pemerintah. Sebab, dalam agama Hindu, misalnya ada orang meninggal dan di rumah ada kegiatan upacara, itu sangat mengganggu jika frezer-nya tidak ada di ruang jenazah.
‘’Ketika kami monitoring ada yang menggelitik bagi kita, yakni sampah-sampah medis yang menumpuk di salah satu gedung yang tidak berfungsi. Seharusnya dipikirkan tempat menampung ke tempat yang lain, apalagi sekarang kondisi demam berdarah. Dengan kondisi ini, barang bekas pakai menumpuk secara otomatis menjadi sarang nyamuk, akan berdampak kurang bagus di RSUD,’’ ungkapnya.
Begitu juga masalah portal yang belum elektrik, padahal itu bisa dipakai sumber pendapatan. ‘’Kami berharap pihak rumah sakit tolong diperhatikan hal itu, sebab itu kan sumber pendapatan,’’ terangnya.
Sementara bangunan di ruang radiologi memiliki 2 lantai, dan lantai atas tidak di fungsikan. Pihak rumah sakit menyampaikan tahun ini 2022 akan direhab. Hasil monitoring ditemukan permasalahan, yang akan dijadwalkan memanggil direktur utama untuk selekasnya mengadakan rapat kerja.
Kabag kepegawaian I Nyoman Sudiatmika didampingi Ni Putu Sutarmini menjelaskan soal sampah medis yang menumpuk di salah satu gedung yang tidak berfungsi. ‘’Kami akan tindak lanjut ke petugas terkait, begitu juga adanya freezer yang rusak. Kemudian soal ruang Radiologi, betul tahun ini 2022 akan direhab, dan rebah sudah memasuki proses,’’ pungkasnya. nad
























