Cegah Kekerasan Terhadap Anak dan TPPO

SOSIALISASI pencegahan kekerasan terhadap anak dan TPPO. Foto: adi

GIANYAR – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gianyar mengadakan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), di ruang rapat Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Selasa (31/5/2022).

Kepala Dinas P3AP2KB, Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu, yang membuka sosialisasi mengatakan, anak merupakan generasi penerus yang harus disiapkan dengan baik untuk melanjutkan pembangunan.

Read More

Dalam mewujudkan perlindungan terhadap anak, pemerintah membuat suatu kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Ini artinya bagaimana sistem perencanaan pembangunan yang terintegrasi melibatkan seluruh stakeholder, dan dilaksanakan terus-menerus. Dengan demikian pemenuhan hak anak dan perlindungan anak bisa diwujudkan.

Sosialisasi kali ini menyasar perwakilan guru SMP se-Kabupaten Gianyar berjumlah 120 orang, yang diharap mampu mengimplementasikan pencegahan kekerasan terhadap anak di sekolah. Sebab, siswa SMP merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju remaja.

Kabupaten Layak Anak, sambungnya, juga harus didukung Sekolah Layak Anak yang mendorong civitas akademika mewujudkan sekolah ramah anak, sehingga anak merasa nyaman belajar di sekolah.

”Peran Bapak Ibu (adalah) bagaimana guru-guru di lingkungan sekolah bisa mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Peran civitas akademika di sekolah, termasuk infrastrukturnya, harus bisa mewujudkan yang namanya ramah anak,” tegasnya.

“Dengan infrastruktur dan sistem pengajaran yang ramah anak, anak-anak di sekolah bisa tumbuh kembang, belajar dengan baik, dan nyaman sehingga menjadi generasi yang cerdas dan kuat,” lanjutnya.

Dengan sosialisasi ini, dia berharap dapat memberi penambahan pengetahuan bagi para guru, untuk menjadi bagian dari kegiatan pelaksanaan di sekolah. Dengan disiplin positif yang diterapkan diharap terwujud satuan pendidikan yang ramah anak.

Lebih jauh dia mengungkapkan, tahun 2022 SMPN 1 Payangan akan distandardisasi oleh Kementerian sebagai Sekolah Ramah Anak. Cok Trisnu juga berharap semua sekolah di Gianyar bisa distandardisasi. “Mudah-mudahan ke depan semua sekolah bisa kita standardisasi sebagai sekolah ramah anak,” pungkasnya.

Sementara itu narasumber, Ida Ayu Maharatni, menegaskan, pentingnya mengajarkan empati kepada anak-anak. Terlebih setiap tahun akan muncul generasi baru dan membutuhkan metode pengajaran yang baru.

Ditekankannya, dalam metode pembelajaran hendaknya seorang guru dapat membantu siswa menemukan bakatnya dan mengantarkan untuk menggapainya. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.