Komisi III Minta Jalan Tol Tak Usik Persawahan, Optimis Dongkrak Ekonomi Makro Bali

  • Whatsapp
KETUA Komisi III DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana. Foto: hen
KETUA Komisi III DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana. Foto: hen

DENPASAR – Komisi III DPRD Bali melakukan kunjungan awal terhadap rencana penetapan lokasi jalan tol Gilimanuk-Mengwi fase 2, Rabu (3/11/2021). Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi III, AA Ngurah Adhi Ardhana, itu untuk menyamakan persepsi dan menyampaikan aspirasi yang selama ini berkembang di masyarakat. Satu hal yang disepakati adalah jalan tol jangan sampai mengusik persawahan di jalur yang dilewati jalan tol.

‘’Kunjungan kami ini terkait aksesibilitas, kesucian (wilayah), lahan, serta teknis persiapan terkait kesepakatan atau perjanjian yang mesti disiapkan,’’ ucap politisi PDIP asal Denpasar tersebut.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh diutarakan, Komisi III minta tidak ada lahan yang terisolir ataupun terputus akibat dilintasi jalan tol dengan upper pass pada akses (jalan) awal. Juga tidak ada persawahan yang terputus, baik air irigasinya maupun jalan pertaniannya dengan sistem talang (atas) untuk dialiri air, pun dilalui warga dengan kendaraan roda dua.

“Tidak ada pura, beji, area suci atau adat yang terpisah dalam suatu kawasan. Selain itu mesti berkeadilan sesuai perundangan yang berlaku dalam ganti untung lahan (yang dibebaskan),” seru Ardhana.

Terkait manfaat ekonomi dari megaproyek tersebut, Ardhana berkata pelaksanaan serta operasionalnya nanti wajib melibatkan perusahaan konstruksi dan warga lokal. Dengan demikian terjadi multiplier effect atau efek berganda secara ekonomi bagi warga setempat. Selain itu, gerbang-gerbang tol itu mesti betul-betul disesuaikan dengan kebutuhan serta rencana tata ruang wilayah masing-masing kabupaten. Jadi, tidak mengurangi budaya dan kearifan lokal setempat.

Baca juga :  Gunakan Pesawat Hercules, Pusat Kembali Kirim Ribuan APD untuk Bali

Dalam pandangannya, rencana pembuatan jalan tol ini sangat strategis bagi Bali. Argumennya, selama ini hanya ada satu jalur Gilimanuk-Denpasar, tidak ada jalur alternatif yang memadai, terutama bagi pelayanan logistik Jawa-Bali. Selain itu, jalan tol juga dapat menjadi akses pariwisata dari Jawa ke Bali, begitu pula destinasi-destinasi yang dilalui. Dia optimis ekonomi Bali secara makro akan lebih meningkat dengan makin baiknya aksesibilitas yang dimiliki.

“Pembiayaan swasta dengan risiko serta beban transportasi yang ada tentu sangat membantu beban pemerintah di tengah situasi sulit saat ini. Semoga semua dapat segera dimulai pelaksanaan, juga bermanfaat bagi Bali pada umumnya,” simpulnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.