Kolaborasi Penguatan FPK PSP untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

SEKRETARIS Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Bagus Adi Parwata, saat membuka kegiatan Kolaborasi Penguatan FPK PSP yang dihadiri Kapokja BPMP Provinsi Bali; I Gede Mastika; beserta Kasubag Umum BPMP; Roni Karsidi, dan anggota Komisi IV DPRD Badung, Luh Gede Sri Mediastuti. Foto: ist
SEKRETARIS Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Bagus Adi Parwata, saat membuka kegiatan Kolaborasi Penguatan FPK PSP yang dihadiri Kapokja BPMP Provinsi Bali; I Gede Mastika; beserta Kasubag Umum BPMP; Roni Karsidi, dan anggota Komisi IV DPRD Badung, Luh Gede Sri Mediastuti. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar kegiatan Kolaborasi Penguatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) Program Sekolah Penggerak (PSP) Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. Kegiatan memperkuat implementasi Program Sekolah Penggerak di Provinsi Bali itu digelar pada Jumat (19/5/2023) di Hotel Harris Kuta.

Kegiatan yang merupakan media diskusi berkenaan dengan berbagai upaya peningkatan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan itu dibuka Sekretaris Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Bagus Adi Parwata; Kapokja BPMP Provinsi Bali; I Gede Mastika; beserta Kasubag Umum BPMP; Roni Karsidi; dan Anggota Komisi IV DPRD Badung, Luh Gede Sri Mediastuti.

Bacaan Lainnya

Sekdis Dikpora Badung, I Gusti Bagus Adi Parwata, dalam sambutannya sekaligus menyampaikan materi “Dukungan Kesinambungan Program Sekolah Penggerak dalam mewujudkan Transformasi Pendidikan di Kabupaten Badung”, menegaskan, pihaknya akan terus berkolaborasi untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat tentang merdeka belajar melalui program sekolah penggerak. “Setelah pembukaan, kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusi. Semua pemangku kepentingan program sekolah penggerak terlibat untuk kesinambungan program tersebut dan dapat meningkat kualitas pendidikan,” tegasnya usai membuka acara tersebut.

Lebih lanjut disampaikan, di Kabupaten Badung terdapat 26 sekolah penggerak pada angkatan kedua dan 9 sekolah pada angkatan ketiga. “Diharapkan 35 sekolah penggerak ini mengimplementasi kebijakan program pemerintah,” katanya.

Kapokja BPMP Provinsi Bali, I Gede Mastika, menambahkan, kegiatan itu melibatkan semua unsur sekolah penggerak, mulai dari kepala sekolah, komite, perwakilan orangtua siswa termasuk para siswa. Kolaborasi penguatan sekolah penggerak, lanjut dia merupakan kegiatan tahunan, khususnya bagi sekolah yang sudah mendapat pendampingan di angkatan pertama.

Pada Juli 2023, kata dia, akan dihadirkan sekolah penggerak angkatan ketiga. Tujuannya untuk melihat praktik baik yang telah dilakukan pada sekolah penggerak yang telah mendapat pendampingan. “Semoga dari praktik baik yang dilakukan bisa memberikan ide baru atau mimpi baru untuk diimplementasikan di sekolah masing-masing,” katanya.

Harapan serupa juga disampaikan anggota Komisi IV DPRD badung, Ni Luh Gede Sri Mediastuti. Ia berkata, melihat perkembangan teknologi, para siswa  banyak disibukkan dengan gadget, maka dipandang perlu untuk melakukan kegiatan yang positif. “Tentu kegiatan ini sangat membantu peserta didik untuk tumbuh menjadi siswa yang berkarakter,” katanya.

Dalam sesi akhir pembukaan menuju grup diskusi, peserta Kolaborasi Penguatan Forum Pemangku Kepentingan Program Sekolah Penggerak mengikrarkan komitmen “Kami dari Kabupaten Badung dan Tabanan berkomitmen melaksanakan program sekolah penggerak untuk meningkatkan pendidikan. Salam Merdeka Belajar”. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses