BANGLI – Taman Pecampuan Sala dan Tirta Sudamala mendapat atensi Kodim 1626/Bangli saat Banyu Pinaruh, Minggu (31/1/2021). Sebab, banyaknya orang melukat (pembersihan rohani) di tempat ini rentan menghadirkan kerumunan di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf. I Gde Putu Suwardana, meninjau lokasi Pecampuan Sala dan disambut Bendesa Adat Pakraman Sala, Ketut Kayana; serta Perbekel Desa Abuan, I Wayan Widnyana.
Ketut Kayana mengungkapkan, masyarakat mulai banyak melukat ke Taman Pecampuan, karena pancuran ini diyakini dapat membersihkan diri secara jasmani dan rohani. Sebelum pandemi, sebutnya, pengunjung bisa mencapai ribuan orang yang datang sejak pukul 05.00.
“Pengunjung kebanyakan anak-anak muda yang dominan pada hari Banyu Pinaruh. Tapi sejak adanya pandemi, kunjungan hanya 25 persen,” ujarnya.
Di tirta campuhan ini, katanya, pengunjung bisa melakukan semua jenis penglukatan. Sebab, dalam goa terdapat tirta tulak wali yang diyakini bermanfaat untuk pengobatan.
Untuk mencapainya, pengunjung harus masuk lewat patung mulut naga di bibir goa. Selain tirta tersebut, juga terdapat tiga tirta lainnya: tirta pandan yang diyakini untuk penolak bala, tirta pule untuk pengobatan, dan tirta bungbung untuk kelancaran ekonomi.
Dandim Suwardana mengatakan, kehadirannya ke tempat tirta Pecampuan untuk monitor tempat yang jadi potensi umat datang beramai-ramai. Dia menilai protokol kesehatan diterapkan pengunjung dengan memakai masker, ada pengecekan suhu tubuh, serta diatur jaraknya.
“Kami memberi sedikit arahan kepada pengelola dan umat agar tetap melaksanakan kegiatan, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan agar persembahyangan tetap jalan dan tetap sehat,” pesannya.
Untuk di Tirta Sudamala, dia berkata penerapan protokol kesehatan cukup bagus. Tempatnya yang cukup luas, dan memungkinkan para pamedek disekat menjadi tiga bagian, sehingga tidak ada kerumunan. gia
























