Klungkung Raih Harmony Award, Pemkab-FKUB Kawinkan Dua Penghargaan

  • Whatsapp
BUPATI Suwirta bersama Sekda Winastra, Kaban Kesbangpol Kusumajaya, dan Ketua FKUB Klungkung I Gusti Made Warsika, menunjukkan penghargaan Harmony Award 2020 di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (11/1/2021). Foto: ist
BUPATI Suwirta bersama Sekda Winastra, Kaban Kesbangpol Kusumajaya, dan Ketua FKUB Klungkung I Gusti Made Warsika, menunjukkan penghargaan Harmony Award 2020 di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (11/1/2021). Foto: ist

KLUNGKUNG – Hubungan antarumat beragama di Klungkung yang harmonis menjadikan Pemkab Klungkung dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klungkung meraih penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementerian Agama (Kemenag). Pemkab Klungkung dan FKUB menjadi satu-satunya penerima yang mampu mengawinkan Harmony Award dengan dua penghargaan sekaligus.

Penghargaan diterima Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta; didampingi Sekda Klungkung, I Gede Putu Winastra; Kepala Badan Kesbangpol Klungkung, I Gede Kusumajaya; Ketua FKUB Klungkung, I Gusti Made Warsika, di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (11/1/2021).

Bacaan Lainnya

Harmony Award merupakan penghargaan kepada pemda dan FKUB sebagai bentuk apresiasi partisipasi dan kontribusi mereka dalam merawat, dan menguatkan kerukunan umat beragama di Indonesia. Melalui Harmony Award ini, Kemenag ingin melihat sejauh mana peran, partisipasi, dan serta kontribusi pemda dan FKUB dalam pemeliharaan kehidupan keagamaan. Juga penguatan kerukunan umat beragama.

Bupati Suwirta mengaku bangga atas capaian itu, dan bersyukur walaupun ini bukan tujuan utama. Yang penting, sebutnya, bagaimana membuat Klungkung menjadi aman dan rukun dengan spirit Gema Santi. Kata dia, penghargaan ini diraih terlepas dari turun langsung Bupati mengayomi semua umat beragama di Klungkung.

“Dengan penghargaan ini, mari kita jaga dan tingkatkan kerukunan beragama di Klungkung,” ajak Bupati seraya mengucapkan terima kasih kepada elemen masyarakat yang mengerti pentingnya kerukunan sebagai aset paling mahal. Keberagaman ini sangat indah sehingga harus terus dijaga dan dirawat baik agar terwujud kehidupan harmonis di tengah masyarakat.

Baca juga :  Cegah Corona, 78 Pekerja Kapal Pesiar dari Buleleng Periksakan Diri

I Gede Kusumajaya menambahkan, ada variabel kriteria penilaian dalam pemberian penghargaan tersebut. Antara lain peran dan fasilitasi pemda dalam penganggaran dan sarana prasarana kerukunan. Variabel penilaian untuk FKUB antara lain terkait pelaksanaan tugas dan fungsi FKUB dalam PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006. Juga inovasi program, serta fungsi deteksi, mediasi, rekonsiliasi, dan rekomendasi. Selain itu, ada juga variabel penyelesaian isu serta kasus kerukunan yang berkembang di berbagai daerah.

“Dengan Harmony Award tersebut, itu membuktikan di Kabupaten Klungkung toleransi antarumat beragama terjalin indah,” lugasnya.

I Gusti Made Warsika tak ketinggalan mengucap syukur atas penghargaan yang diraih. “Saya atas nama FKUB Kabupaten Klungkung berterima kasih atas penghargaan Harmony Award yang diberikan kepada kami. Penghargaan ini merupakan bukti bahwa apa yang kami lakukan bersama seluruh warga masyarakat di Klungkung, mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Yang membuat dia bangga, penghargaan tersebut juga diperoleh Pemkab Klungkung. Selain Kabupaten Klungkung, ada dua pemda lain yang mampu mengawinkan meraih Harmony Award bersama FKUB-nya yaitu Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Semarang. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.