Siwaratri, PHDI-MDA Jembrana Imbau Umat Sembahyang di Rumah

  • Whatsapp
BUPATI Jembrana, I Putu Artha, menerima audiensi Ketua PHDI Kabupaten Jembrana, I Komang Arsana, Senin (11/1/2021). Foto: ist
BUPATI Jembrana, I Putu Artha, menerima audiensi Ketua PHDI Kabupaten Jembrana, I Komang Arsana, Senin (11/1/2021). Foto: ist

JEMBRANA -Di tengah pandemi Covid-19, umat Hindu pada Selasa (12/1/2021) hari ini akan merayakan hari suci Siwaratri yang rutin dilaksanakan setahun sekali. Agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi umat Hindu saat pemerintah bersama Satgas sedang berjibaku dalam menangani wabah, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jembrana dan Majelis Desa Adat (MDA) Jembrana pun mengeluarkan seruan bersama.

Seruan kedua lembaga tertanggal 8 Januari 2021 ini tertuang pada surat nomor 04/PHDI J/1/201 dan nomor 02/MDA JBR/2021 memuat berbagai ketentuan terkait dengan aturan dan tatanan dalam Perayaan Hari Suci Brata Siwaratri. “Sebelum kita keluarkan seruan bersama itu, terlebih dahulu kita telah lakukan pertemuan-pertemuan dengan hasil kita buatkan seruan bersama yang disampaikan kepada para bendesa yang ada di setiap desa pakraman,” ungkap Ketua PHDI Kabupaten Jembrana, I Komang Arsana, saat audiensi dengan Bupati Jembrana, I Putu Artha Senin (11/1/2021).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Arsana mengatakan, terkait dengan ketentuan prinsip yang termuat dalam seruan itu, meliputi berbagai aspek diantaranya yakni, pelaksanaan perayaan hari suci Brata Siwaratri termasuk ketentuan pelaksanaan upakara untuk di setiap parahyangan. Perayaan hari suci Brata Siwaratri dilaksanakan sesuai dengan tatanannya. Untuk prosesi di pura kahyangan tiga pelaksanaannya hanya diikuti oleh maksimal 25 orang seperti pemangku dan prajuru desa. Untuk pelaksanaan di pura kahyangan jagat/dang khahyangan maksimal 50 orang saja. Sementara untuk persembahyangan hari suci Brata Siwaratri persembahyangan akan dimulai pada jam 17.00 hingga 20.00 Wita pada hari Selasa (12/1/2021).

Baca juga :  Sekda Rai Iswara Ikuti Coklit Pilkada 2020

Prosesi saat berlangsungnya perayaan hari suci Siwaratri pun sangat terbatas. Umat Hindu juga diminta agar melaksanakan persembahyangan di rumah masing-masing dan tetap mematuhi prokes. “Kami juga mengajak krama umat untuk melangsungkan perayaan ini di masing-masing keluarga. Melalui perayaan hari suci Brata Siwaratri ini, selain kita tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan juga melalui perayaan ini kita doakan musibah yang diakibatkan oleh wabah Covid-19 segera hilang dari muka bumi,” tegas Arsana.

Sementara itu, Bupati Putu Artha sangat mendukung langkah yang diambil PHDI-MDA Jembrana, tanpa mengurangi makna hari suci Siwaratri. Namun jangan sampai perayaan menyebabkan keresahan di tengah pandemi. “Kita laksanakan Brata Siwaratri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga kesehatan dan keselamatan diri dan orang lain,” pungkasnya. man

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.