Klungkung Lanjutkan Karantina Pasien OTG di Hotel

  • Whatsapp
BUPATI Suwirta memimpin rapat bersama kepala OPD Pemkab Klungkung di ruang rapat Bupati Klungkung, Sabtu (20/2/2021) terkait karantina pasien Corona di hotel. Foto: ist
BUPATI Suwirta (kanan) saat memimpin rapat bersama kepala OPD Pemkab Klungkung di ruang rapat Bupati Klungkung, Sabtu (20/2/2021) terkait karantina pasien Corona di hotel. Foto: ist

KLUNGKUNG – Sekda Klungkung yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Klungkung, I Gede Putu Winastra, menegaskan Kabupaten Klungkung, Bali masih melanjutkan karantina pasien Corona di hotel.

Winastra menyampaikan hal itu usai rapat bersama Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Kadiskes Ni Made Adi Swapatni, Kalak BPBD Putu Widiada, Kasatpol PP Putu Suarta, Kepala BPKPD Dewa Geriawan, Kepala BPMKBPD Wayan Suteja, dan Kadis Sosial IGA Gede Putra Mahajaya di ruang rapat Bupati Klungkung, Sabtu (20/2/2021).

Bacaan Lainnya

Rapat ini menindaklanjuti surat Sekda Provinsi Bali selaku Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali tentang pemberhentian sementara karantina bagi pasien Corona kategori orang tanpa gejala-gejala ringan (OTG GR) dan tenaga kesehatan (nakes).

“Klungkung masih melanjutkan karantina di hotel, karena dari segi pengawasan lebih mudah, dan untuk sementara pembiayaan dari anggaran belanja tidak terduga masih memungkinkan. Langkah ini dilakukan sambil menunggu kebijakan lebih lanjut,” sebutnya. 

Dalam surat Sekda Provinsi Bali itu disebutkan, pembayaran hotel karantina OTG-GR dan nakes dari dana siap pakai BNPB hanya sampai tanggal 28 Februari 2021. Mengingat belum ada kepastian pembiayaan hotel karantina mulai Maret 2021, evakuasi kasus positif Covid-19 ke hotel karantina mulai 19 Februari 2021 dihentikan sementara. Pasien diarahkan untuk isolasi mandiri di rumah. Batas waktu keluar (check out) bagi kasus positif Covid-19 pada tanggal 27 Februari 2021, sedangkan untuk nakes pada 28 Februari 2021.

Baca juga :  Transaksi Pasar Gotong Royong Didominasi Para Guru

Dalam surat itu juga disebutkan agar Satgas Gotong Royong Covid-19 melakukan pengawasan isolasi mandiri di rumah tersebut, dan pasien Covid-19 yang bergejala (terutama gejala berat), dapat dibawa ke rumah sakit rujukan. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.