Klinik Demokrasi Bawaslu Bali untuk Corong Kepemiluan, Atasi Restriksi Dialog Tatap Muka

  • Whatsapp
FRITZ Edward Siregar (kiri) saat menjadi narasumber perdana podcast K.Dek Bali di Bawaslu Bali. Foto: ist
FRITZ Edward Siregar (kiri) saat menjadi narasumber perdana podcast K.Dek Bali di Bawaslu Bali. Foto: ist

DENPASAR – Pandemi Covid-19 bukan jadi halangan bagi Bawaslu Bali untuk membangun komunikasi tentang kepemiluan dengan masyarakat luas. Sebagai upaya terobosan restriksi tatap muka, Bawaslu Bali meluncurkan sosialisasi Pemilu dan Pilkada berbasis digital bernama Podcast Klinik Demokrasi Bawaslu Bali, disingkat K.Dek Bali. Di podcast ini, publik bisa berdiskusi dan menyuarakan aspirasinya terkait kepemiluan dengan dipandu komisioner Bawaslu.

Menurut komisioner Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, saat peluncuran K.Dek Bali di kantor Bawaslu Bali pada Jumat (2/7/2021), terobosan ini sangat layak diapresiasi. Dalam situasi pandemi dan keterbatasan anggaran akibat Covid-19, sebutnya, Bawaslu Bali tidak boleh kehilangan akal dalam rangka memberi pendidikan politik kepada masyarakat. “Melalui Podcast K.Bali Bali ini, pengawasan serta tugas dan tanggung jawab Bawaslu terus dibumikan melalui dunia maya,” pesan komisioner berpostur sentosa tersebut.

Bacaan Lainnya

Dia menambahkan, karena bersifat interaktif, K.Dek Bali ini juga dapat menjadi kanal bagi usul, saran dan kritik bagi kinerja Bawaslu. “Kita tidak boleh merasa apa yang kita kerjakan sudah bagus. Bisa saja banyak bolongnya, sehingga melalui podcast ini Bawaslu Bali dapat mendengarkan langsung suara masyarakat, terutama pemilih,” ulasnya di hadapan anggota dan staf Bawaslu Bali yang hadir saat peluncuran tersebut.

Baca juga :  Kodim Bangli Ingatkan Prokes saat Upacara Ngaben

Usai meresmikan K.Dek Bali, Fritz langsung didapuk sebagai narasumber pertama dalam K.Dek Bali yang disiarkan langsung melalui live streaming di kanal Youtube Bawaslu Bali, dipandu komisioner Bawaslu Bali, I Ketut Rudia, sebagai host (pembawa acara).

Mengenai inovasi kepemiluan ini, Ketut Rudia berujar podcast K.Dek Bali akan dilakukan sekali dalam sebulan. Kata dia, narasumbernya nanti dari figur-figur yang tidak asing dalam dunia kepemiluan. “Kami juga akan menghadirkan sebagai narasumber para tokoh agama, akademisi, serta stakeholder terkait,” papar mantan jurnalis media lokal di Bali tersebut.

Lebih jauh diuraikan, K.Dek Bali memiliki durasi satu jam dengan konsep dialog interaktif antara narasumber di studio dengan publik. “Masyarakat yang menonton diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Juga memberi masukan, usul dan saran kepada Bawaslu Bali. Pokoknya dalam satu jam tersebut sangat seru,” pungkas Rudia yang juga inisiator lahirnya K.Dek Bali tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.