Kinerja Bank BPD Bali 2020 Tetap Positif di Tengah Perlambatan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
DIREKTUR Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma. Foto: ist
DIREKTUR Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma. Foto: ist

DENPASAR – Tahun 2020 telah dapat dilewati dengan baik oleh Bank BPD Bali di tengah bayang-bayang pandemi Covid-19 yang mulai melanda Indonesia sejak Maret 2020. Pandemi ini tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan namun juga memperlambat pertumbuhan ekonomi secara nasional, di mana Provinsi Bali mengalami kontraksi yang paling dalam.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, mengungkapkan, dalam rangka upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat dampak penyebaran Covid-19, Bank BPD Bali turut berperan dalam program PEN. Antara lain dengan pemberian relaksasi kepada debitur-debitur Bank BPD Bali yang masih kooperatif serta masih mempunyai prospek usaha dengan pemberian restrukturisasi kredit kepada 11.652 rekening debitur yang terdampak pandemi Covid-19 dengan total eksposur Rp2,6 triliun.

Bacaan Lainnya

Di samping itu, lanjutnya, untuk mengurangi kontak fisik maka Bank BPD Bali semakin fokus pada pengembangan layanan digital seperti pengembangan Layanan Gerakan Nasional Non Tunai (QRIS dan Kartu Debit), aliansi dengan Pemda dan pihak lainnya (PHR, E-Ticketing, E-Retribusi, Mobile Pos PHR dan E-Link LPD). Juga pengembangan infrastruktur (CRM), pengembangan biller (baik daerah maupun nasional) dan uang elektronik.

Baca juga :  ‘’Ngembak Geni’’, Mahayastra Imbau Warga Tak Keluar Rumah, Akses Jalan Menuju Gianyar Ditutup

“Walaupun terjadi pandemi Covid-19, berbekal dukungan pemegang saham, kerja keras serta stabilitas keuangan melalui program relaksasi oleh regulator, Bank BPD Bali berada dalam kondisi ‘Sehat’. Bank BPD Bali masih mencatatkan kinerja positif yang tercermin dari capaian beberapa indikator keuangan sebagaimana tertuang dalam Laporan Tahunan Perseroan yang telah memperoleh pengesahan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 5 Februari 2021,” ungkap I Nyoman Sudharma dalam siaran pers yang diterima POS BALI (posmerdeka.com) di Denpasar, Senin (22/2/2021).

Dia merinci, sampai dengan Desember 2020, Bank BPD Bali berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp522 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 8,43 persen dibandingkan Desember 2019 sebesar Rp570 miliar yang disebabkan oleh tertekannya pendapatan bunga sebesar 0,90 persen menjadi Rp2.539 miliar dibandingkan Desember 2019 yang mencapai Rp2.562 miliar di mana penurunan ini dipicu oleh adanya restrukturisasi kredit dan penurunan BI-7 days repo.

Di samping itu beban operasional lainnya juga mengalami peningkatan secara signifikan mencapai Rp55 miliar atau sebesar 7,40 persen dari sebelumnya Desember 2019 sebesar Rp741 miliar menjadi sebesar Rp796 miliar pada Desember 2020. Hal itu sehubungan dengan penerapan PSAK 71 dan 73 yang efektif berlaku pada tanggal 1 Januari 2020 serta adanya kenaikan beban CKPN sebesar Rp11 miliar atau sebesar 5,17 persen dari Desember 2019 sebesar Rp204 miliar menjadi Rp215 miliar pada Desember 2020. Penyebabnya karena bank secara konservatif melakukan pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) untuk mengantisipasi dampak pandemi Covid-19.

Baca juga :  Sambut MotoGP 2021, Menpora Dorong Pemuda Mandalika untuk Berwirausaha

Sudharma melanjutkan, dilihat dari sisi aset, Bank BPD Bali telah menembus angka Rp26,11 triliun, atau tumbuh 5,90 persen dibandingkan Desember 2019 sebesar Rp24,66 triliun. Pertumbuhan aset yang cukup signifikan ini didorong oleh penyaluran kredit sebesar Rp19,12 triliun pada Desember 2020, atau tumbuh sebesar 3,90 persen dari Rp18,41 triliun pada Desember 2019. Selain itu didorong adanya peningkatan dana pihak ketiga sebesar 6,91 persen atau sebesar Rp1,39 triliun, dari Desember 2019 sebesar Rp20,06 triliun menjadi Rp21,45 triliun pada Desember 2020.

“Sejalan dengan kinerja keuangan yang baik, rasio-rasio keuangan juga menunjukkan pencapaian pada tingkat yang baik. Rasio kecukupan modal (CAR) terjaga pada level 20,56 persen. Sedangkan rasio profitabilitas yaitu ROA dan ROE masing-masing mencapai angka 2,70 persen dan 16,95 persen. Dari sisi pengelolaan kredit bermasalah, Bank BPD Bali berhasil menjaga NPL pada angka 2,61 persen. Rasio likuiditas, yaitu LDR per Desember 2020 adalah sebesar 89,11 persen dan rasio efisiensi, yaitu BOPO terjaga pada level 73,14 persen. Sementara itu dari sisi kepatuhan, tidak ada pelanggaran BMPK, GWM, dan PDN yang dilakukan oleh Bank,” tutup I Nyoman Sudharma. gre

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.