POSMERDEKA.COM, BANGLI — Sistem penerimaan siswa baru kini mengalami perubahan, dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025-2026. Untuk tahun ini, bagi siswa yang aktif berorganisasi seperti pengurus OSIS dan ikut kegiatan Pramuka dapat prioritas diterima.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bangli, I Wayan Suparta, Senin (5/5/2025) mengatakan, saat ini ada empat jalur yang disiapkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Jalur domisili, afirmasi, mutasi dan jalur prestasi.
“Sementara pada PPDB sebelumnya, hanya ada dua kriteria prestasi nonakademik yang bisa digunakan sebagai syarat. Dua kategori tersebut yakni prestasi seni dan olahraga,” sebutnya.
Lebih lanjut disampaikan, jalur domisili merupakan istilah baru untuk menggantikan zonasi. Jalur domisili ini memperhitungkan jarak tempat tinggal ke sekolah dalam menentukan kelulusan calon siswa baru.
Sementara zonasi hanya mempertimbangkan cakupan wilayah tempat tinggal calon siswa sebagai penentu kelulusan. Syarat utamanya adalah Kartu Keluarga (KK) yang divalidasi minimal setahun sebelum pelaksanaan SPMB.
Jalur prestasi, terangnya, menjadi kesempatan bagi calon siswa yang punya prestasi dalam bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi bidang olahraga, seni budaya non-Bali, seni budaya Bali. Di jalur ini ada penambahan kuota bagi siswa yang aktif berorganisasi di sekolah misalnya pengurus OSIS dan Pramuka.
“Ini pada kepemimpinan lebih berpeluang, misalnya yang menjadi dan punya SK Ketua OSIS dan SK Ketua Pramuka di sekolahnya, lebih berpeluang,” sebutnya.
Mengenai jalur mutasi, urainya, adalah jalur perpindahan tugas orangtua. Jalur ini juga berlaku bagi siswa yang punya orangtua guru di sekolah tujuannya. Seluruh perubahan ini disebut tertuang di SK Gubernur Bali, terkait petunjuk teknis penerimaan murid baru tahun ajaran 2025-2026.
“Saya mengimbau seluruh SMK di Bangli agar bisa melaksanakan regulasi yang ada, sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” pungkasnya. gia
























