Kerena Ini, Legislatif Pesimis APBD Bangli 2021 Bisa Selesai Akhir November 2020

  • Whatsapp
KETUA DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Foto: gia
KETUA DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Foto: gia

BANGLI – Pemkab Bangli belum mengajukan Ranperda tentang APBD 2021, dan kondisi membuat DPRD Bangli pesimis APBD 2021 bisa tuntas akhir November ini.  “Sesuai aturan, APBD tahun 2021 ketok palu per 30 November, tapi karena hingga kini RAPBD belum masuk, kami pesimis bisa menuntaskan akhir November ini,” kata Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika; didampingi anggota I Made Sudiasa, belum lama ini.

Menurut Suastika, dengan sisa waktu yang tinggal tiga minggu kurang, tidak memungkinkan menyelesaikan pembahasan APBD sesuai batas waktunya. Kalau dipaksakan, dia menilai dapat mempengaruhi kualitas APBD, dan penyesuaian dengan aturan akan kurang maksimal. “Kami bertekad menuntaskan APBD ini hingga akhir Desember nanti,” ujar Sudiasa menimpali.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh Suastika menyampaikan, legislatif mendesak eksekutif segera menyetorkan RAPBD 2021. Parlemen masih memungkinkan memperpanjang waktu pembahasan hingga Desember mendatang. 

Disinggung sanksi bila tidak bisa tuntas per 30 November nanti, Suastika dan Sudiasa berkata sanksi akan diberlakukan bila penetapan tidak bisa hingga akhir tahun. Hanya, akan dilihat juga siapa yang menyebabkan APBD ini molor ditetapkan, apakah eksekutif atau legislatif?  “Kalau kami menyebabkan APBD molor, tentu kami kena sanksi. Namun, kalau mereka molor, tentu mereka yang kena sanksinya,” sahutnya.

Baca juga :  Diterjang Hujan Deras, Bupati Suwirta Tinjau Jalan Jebol di Tegal Besar

Alasan keterlambatan, urainya, karena Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kabupaten Bangli masih sinkronisasi program dan kegiatan sesuai Permendagri 90/2019 tentang klarifikasi, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

Selain itu, sambungnya, Permendagri 70/2019 tentang Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) mengamanatkan informasi keuangan daerah wajib menggunakan SIPD, termasuk penyusunan RAPBD. “TPAD masih proses input data perencanaan dan penganggaran Simda integrated, yang nantinya digunakan sebagai dasar penyusunan RAPBD tahun 2021,” pungkasnya. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.